Rabu, 25 November 20

Internet Dapat Pengaruhi Perkembangan Seksual Remaja

Internet Dapat Pengaruhi Perkembangan Seksual Remaja
* Boyke Dian Nugraha.

Jakarta, Obsessionnews– Perkembangan internet di abad ke-21 ini menjadi tren baru. Kondisi ini ternyata mempengaruhi perilaku dan berfikir seseorang. Dokter Boyke Dian Nugraha menilai perkembangan internet selain mempengaruhi pola hidup seseorang ternyata juga mempengaruhi seksual remaja.

Memang dulu internet belum dikenal orang. Namun saat ini internet sudah menjadi kebutuhan, apapun yang ingin diketahui oleh remaja semua dapat diakses melalui google. Bahkan masalah-masalah seks bisa dicari dan ditemukan melalui mesin pencari itu. Artinya seks bukan lagi hal tabuh dibicarakan dikalangan remaja saat ini.

“Tentu saja ini mengubah mindset remaja-remaja kita. Kalau zaman dulu internet belum ada, dan mereka yang ingin mendapatkan pengetahuan seksual harus mencari-cari atau dapat bocoran dari majalah-majalah luar negeri,” kata Boyke seperti ditayangkan www.vidio.com.

\

Boyke membandingkan proses pertumbuhan remaja zaman dulu dan masa kini. Menurutnya, anak laki-laki dulu mengalami mimpi basah pada umur 14 tahun. Namun,  saat ini remaja pria sudah mimpi basah di umur 12 tahun. Hal yang sama juga dialami remaja wanita, bahwa wanita dulu bisa menstruasi di umur 11 tahun atau 13 tahun. Tetapi saat ini mereka dapat mengalami menstruasi pada usia 9 tahun atau 10 tahun.

“Itu semua adalah dampak dari internet yang didapatkannya dengan mudah. Bersumber mengenai masalah-masalah seks yang tentunya merangsang hormon-hormon pria dan wanita remaja tersebut menjadi lebih cepat matang,” tuturnya.

Menurutnya, hadirnya internet dapat memicu banyaknya remaja yang mengakses pengetahuan seksual. Selain internet faktor lain karena pengaruh gizi yang dikonsumsi. Dewasa ini disajikan makanan jauh lebih banyak bergizi sehingga mempengaruhi tubuh para remaja cepat tumbuh dibanding jaman dahulu kala.

“Dua hal itulah yang mempengaruhi juga tentang perkembangan seks atau perilaku seks remaja-remaja kita,” cetusnya.

Meski demikian Boyke mengatakan kemajuan teknologi dan informasi tidak bisa disalahkan, walaupun diakui kemajuan itu mengakibatkan banyaknya penimpangan seksual remaja.

“Misalnya seks bebas, perilaku homo seksual, perilaku menyimpang lainnya. Itu semua bisa diatasi kalau para orang tua remaja itu mau memberikan pendidikan seks atau pendidikan kesehatan reproduksi  dengan baik,” pungkasnya. (Asma, @asmanurkaida)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.