Minggu, 20 Oktober 19

Infrastruktur Tekan Angka Kecelakaan Hingga 62 Persen

Infrastruktur Tekan Angka Kecelakaan Hingga 62 Persen
* Kendaraan arus mudik melintasi jalan tol. (Foto: Tempo.co)

Cirebon, Obsessionnews.com – Pembangunan infrastruktur telah berdampak pada menurunnya angka kecelakaan pada musim mudik tahun ini. Menurut catatan kepolisian selama arus mudik lebaran hingga hari H angka kecelakaan menurun signifikan sampai 62 persen.

Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri mengatakan selama delapan hari arus mudik tahun 2019 ini telah terjadi 410 kecelakaan yang menyebabkan 97 orang meninggal dunia, 71 orang luka berat dan 456 orang luka ringan.

Dari data tersebut menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga 57 persen. Begitu pun dengan korban luka berat dan ringan yang menurun, secara berturut-turut yakni 72 persen dan 67 persen.

Dibandingkan tahun sebelumnya angka kecelakaan lalu lintas mencapai 1.086 kejadian. Untuk korban yang meninggal dunia mencapai 227 orang, kemudian korban luka berat mencapai 250 orang dan luka ringan mencapai 1.393 orang.

“Penurunan kecelakaan lalu lintas mencapai 62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini data selama delapan hari kita Operasi Ketupat,” kata Refdi di Pos Pam Tol Palimanan Cirebon, Jawa Barat, Kamis (6/6/2019).

“Penurunan angka kecelakaan ini banyak faktornya. Infrastruktur lebih baik, rambu-rambu jalan, marka dan fasilitas lainnya. Kemudian kesadaan berlalunlintas meningkat. Dan, pengemudinya berkeselamatan, bukan pengemudi agresif,” tambah Refdi.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa penyelenggaraan arus mudik tahun ini bisa dikatakan berjalan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Ini sebagai pembuktian bahwa pembangunan infrastruktur sangat berguna bagi masyarakat dari kota ke kota.

“Pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kota ke kota baik di Pulau Jawa maupun Sumatra dan penyiapan strategi-strategi untuk mengurai kemacetan menjadikan penyelenggaraan mudik tahun 2019 berjalan dengan lancar,” ujar Menhub.

“Terbukti perjalanan mudik tahun ini dari Jakarta ke Semarang 6 jam, Jakarta ke Solo 8 jam, Jakarta ke Surabaya kurang dari 10 jam. Hal yang sangat menggembirakan terutama bagi pemudik. Masyarakat puas karena mudik tahun ini lancar,” lanjut Budi.

Tidak hanya melalui segi infrastruktur, tambah Menhub, keberhasilan penyelenggaraan mudik tahun ini juga merupakan kerja sama yang baik antar stakeholder.

“Saya mengapresiasi kerja sama Pemerintah Pusat dengan Polri, Pemda yang turut membantu kelancaran mudik. Mereka bekerja dengan baik seperti tidak terjadi kemacetan di pasar tumpah, bahkan wilayah Nagrek yang biasanya macet, kemarin ini lancar,” jelas Menhub.

Lebih lanjut, Menhub menyampaikan bahwa angka kecelakaan yang menurun secara signifikan pada musim mudik tahun ini cukup menggembirakan, mengingat aspek keselamatan dapat ditingkatkan dalam perjalanan mudik 2019.

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.