Minggu, 2 Oktober 22

Immanuel Sianipar Utamakan Logika Hukum dan Kemampuan Berpikir Cermat dalam Menjalankan Profesinya

Immanuel Sianipar Utamakan Logika Hukum dan Kemampuan Berpikir Cermat dalam Menjalankan Profesinya
* Litigation Lawyer & Owner Immanuel Sianipar & Co, Immanuel Sianipar. (Foto: Fikar Azmy/obsessionnews)

Obsessionnews.com – Seorang lawyer harus memiliki kekuatan logika, penalaran, dan pemikiran, serta mampu mempertanggung jawabkan argumen, sebab itulah hal terpenting dalam strategi menyelesaikan suatu perkara atau sengketa.

Hal ini disampaikan oleh Litigation Lawyer & Owner Immanuel Sianipar & Co, Immanuel Sianipar, dikutip dari majalah Men’s Obsession, Edisi Pengacara Tangguh 2022, Selasa (9/8/2022).

Ketertarikan Immanuel terhadap profesi lawyer diakuinya berawal sejak duduk di sekolah dasar, ketika mendiang ayah sempat menjadipengacara sebelum menjadi ASN. Saat itu menurut penuturan sang ayah, profesi ini bisa membantu banyak orang sekaligus mencari penghidupan.

Semakin dipelajari, seiring waktu profesi pengacara di mata Immanuel kian menarik dan menjadi tujuannya. Ia jadi suka membantu teman menyelesaikan masalah dan menjadi penengah untuk berdamai. Kegemarannya membaca juga membawanya menetapkan diri terjun ke profesi ini, seiring pemahamannya bahwa inti dari pekerjaan sebagai pengacara adalah harus suka membaca segala macam buku, bukan hanya buku hukum.

Saat ini, Immanuel sudah memiliki 14 tahun pengalaman berpraktik dalam bidang litigasi. Selama berkarier litigasi komersial, pria berzodiak libra ini juga menangani tuntutan atas perbuatan melawan hukum dan sengketa kontrak, serta juga menangani kasus-kasus kejahatan lingkungan, kejahatan pasar modal, hingga kriminal dan korupsi.

Perjalanan kariernya dimulai sejak lulus kuliah dan memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, ia bekerja di kantor hukum yang basic-nya corporate, kemudian pindah ke kantor Hotman Paris & Partners yang background kantornya adalah full litigation services. Berkarier di sana selama hampir tiga tahun, kemudian melanjutkan karier litigasinya Firma Hukum Lubis, Santosa & Maramis.

“Lima tahun kemudian baru saya mendirikan kantor sendiri, yang berfokus dibidang litigasi khususnya commercial,” jelas pria yang kesehariannya berkantor di daerah bilangan Sudirman, Jakarta ini.

Firma tersebut terdiri dari pengacara kompeten yang memiliki keterampilan analitis, penelitian, dan legal minds yang kuat untuk dapat memberikan layanan hukum terbaik kepada klien. Berbicara tentang bidang litigasi, Immanuel berpendapat pentingnya seorang pengacara memiliki kekuatan dari sisi logika, penalaran, dan pemikiran hukum yang mumpuni, bukan hanya sekedar membaca peraturan dan kontrak bisnis semata.

“Menurut saya hal yang sangat penting dan mendasar adalah harus mempunyai logika hukum yang kuat dan ketajaman berpikir untuk menemukan solusi bagi klien, sehingga akan membantu meyakinkan orang-orang yang dihadapi. Selain itu juga harus memiliki kemampuan komunikasi dan bisa mengemukakan argumen hukum kedalam bahasa yang sederhana. Mulai dari meyakinkan klien sejak pitching, hingga melewati proses bersidang ke pengadilan, pendampingan di kepolisian maupun kejaksaan, termasuk kemampuan meyakinkan hakim dengan bukti dan argumen hukum yang dibangun,” jelasnya.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah memahami apa yang ditulis, termasuk mempertimbangkan apakah hal tersebut akan menguntungkan atau merugikan klien. Litigasi adalah hal yang sangat kompleks. Sehingga, memiliki kemampuan mengelola argumentasi hukum dalam bahasa yang sederhana adalah wajib dikuasai, agar orang-orang non hukum pun dapat mudah mengerti yang disampaikan.

Bagi Immanuel, selama berpraktik litigasi ia tidak pernah menemukan kasus yang sama persis, selalu bervariasi dan semua case punya pengalaman serta meninggalkan kesan masing-masing. Ia juga mengaku dirinya bukanlah tipe lawyer yang menjanjikan kemenangan karena itu bertentangan dengan kode etik.

“Selama ini yang kami lakukan adalah berupaya memaparkan segala kemungkinan sejelas-jelasnya. Pada setiap strategi yang saya tawarkan, pasti akan saya jelaskan pula pro dan consnya, setelah itu diberikan saran langkah yang perlu diambil. itulah cara saya memanage ekspektasi klien,” paparnya.

Menurut Immanuel, di tengah semua aspek kehidupan yang pasti beririsan dengan hukum dan aturan yang mengikat, ia melihat orang-orang di Indonesia sudah mulai melek hukum.

“Itu menjadi salah satu bukti bahwa hukum kita saat ini sudah berproses ke arah yang lebih baik. Ia menyebutkan seorang lawyer itu sebaiknya lebih banyak mendengar, kemudian mengolah informasi yang diterima, dipikirkan, dan disampaikan seefisien mungkin,” ungkapnya.

Untuk itu, idealnya standar khusus menjadi lawyer adalah harus seseorang yang senang berpikir, terutama karena bidang litigasi tujuannya ialah membangun strategi. Dia mengatakan, tidak sedikit lawyer yang kurang bisa mempertanggungjawabkan argumen, dan memperhitungkan apakah yang mereka tuliskan tersebut akan menguntungkan atau merugikan klien, sebab mereka hanya bekerja sesuai perintah.

“Padahal untuk mencapai ke sana perlu proses. Karena begitulah saya dulu ditempa, kebetulan saya belajar dari mereka yang sudah berhasil. Jadi, menurut saya hal pertama yang perlu disiapkan seorang lawyer adalah passion dan mental yang kuat sebagai modal utamanya,” tutur Immanuel.

Dalam menjalankan kantor hukum yang didirikannya, sebagai owner Immanuel bertugas membangun jaringan ke eksternal, dan menunjuk partner untuk mengurus internalbersama dengan associates-nya supaya bisa bekerja bersama-sama menangani pekerjaan yang dipercayakan oleh klien.

“Dari awal memutuskan untuk berdikari hal yang saya tanamkan dipikiran, saya hanya berkarya dengan kemampuan dan kompetensi yang saya miliki, sisanya saya serahkan kepada pemilik alam semesta,” tegasnya.

Suami dari dokter kecantikan sekaligus ayah dua orang putri yang amat memprioritaskan keluarga ini juga menyebutkan harapannya. “Untuk target jangka panjang, saya berharap kantor kami akan menjadi sebuah brand yang dipercaya menangani berbagai urusan litigasi. Selain itu saya juga berharap, kantor ini dapat memberikan impact yang baik untuk orang-orang di dalamnya dan menjadi penyaluran berkat buat orang banyak,” pungkasnya. (Angie/MO/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.