Selasa, 21 September 21

Iman Jadikan Segalanya Indah

Oleh: Agus Mustofa, Penulis buku-buku “Serial Diskusi Tasawuf Modern

 

KEIMANAN berpengaruh pada cara pandang dan persepsi terhadap suatu masalah. Ketika keimanan sudah merasuk ke dalam jiwa, segalanya menjadi indah di dalam benak kita. Ya, keimanan bukan sekadar komitmen dalam menghadapi berbagai ujian yang memberatkan, sebaliknya keimanan bisa meringankan berbagai ujian hidup menjadi sangat menyenangkan.

    “… Allah menjadikan kamu mencintai keimanan. Dan menjadikan KEIMANAN itu INDAH di dalam hatimu. Serta menjadikan kamu tidak suka pada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” [Qs. Al Hujuraat (49): 7]

Ketika seseorang sudah memiliki kepahaman yang utuh terhadap suatu hal, dan kemudian dia meyakini serta berkomitmen sepenuh hati, maka sesungguhnya ia telah “jatuh cinta” kepada hal itu. Ini menjadi kunci utama dari keimanan seseorang. Ya, orang yang “beriman” adalah orang yang sedang “jatuh cinta”. Dengan kata lain, jika belum sampai jatuh cinta, berarti ia belum beriman.

Itulah sebabnya, sejumlah ayat Al Qur’an menjelaskan bahwa indikasi orang beriman itu adalah hati yang bergetar-getar. Bagaimana tidak bergetar ketika seseorang yang sedang jatuh cinta mendengar nama buah hatinya disebut?

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka. Dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman (kecintaan) mereka (karenanya). Dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” [QS. Al Anfaal (8): 2]

Keimanan adalah perasaan cinta yang dibangun lewat perjuangan dan kefahaman. Bukan “cinta buta” yang membabi buta. Melainkan cinta rasional yang penuh perasaan. Penuh penghayatan. Penuh integritas. Dan lantas menjadi ruh dari segala perbuatan kita secara istiqomah. Cinta abadi yang berakar dan menghunjam dalam jiwa, sehingga tidak mungkin tergoyahkan oleh apa pun yang mencoba menghancurkannya.

Bagi orang yang sedang jatuh cinta, segalanya menjadi indah. Semua menjadi menyenangkan. Bahkan ujian yang berat pun terasa seperti sedang bertamasya bersama kekasih hati. Itulah yang disebutkan oleh Rasulullah. Bahwa orang beriman itu memang ‘ajaib’: ketika sedang menghadapi musibah dia sangat sabar, dan ketika memperoleh nikmat dia selalu bersyukur.

Itulah sebabnya, Allah mengajari kita untuk menjadi orang beriman. Bukan untuk langsung memperoleh hadiah surga. Melainkan agar kita bisa ‘menciptakan’ surga kita sendiri melalui proses jatuh cinta yang sangat menakjubkan. Keimanan adalah “sikap hati” yang menjadi modal utama dalam mengarungi kehidupan spiritual yang mempesona.

Tidak hanya surga akhirat, melainkan juga surga dunia. Orang yang merasakan hidupnya sebagai sebuah penderitaan yang tiada ujung pangkal, pastilah dia bukan orang yang beriman. Orang beriman tidak pernah merasa sengsara, meskipun orang lain melihatnya sedang diuji dengan berbagai penderitaan. Apalagi berputus asa: tidak akan. Perasaan putus asa hanya dimiliki oleh orang yang sedang “putus cinta”. Dia masuk ke dalam neraka jiwanya sendiri.

    “…Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” [Qs. Yusuf (12): 87].

    “Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.” [Qs. Al Hijr (15): 56]

Orang beriman, hatinya selalu berbunga-bunga. Wajahnya berseri-seri. Pandangan matanya berbinar-binar penuh cinta. Senyumnya terus mengembang. Tutur katanya lembut penuh perasaan. Dan seluruh bahasa tubuhnya sangat menyenangkan siapa saja yang memandang. Barangkali seperti Anda saat remaja, dan sedang jatuh cinta kepada kekasih hati.

Di dunia, dia telah bertemu surga dalam jiwanya. Dan di akhirat kelak, dia akan dihadiahi lagi kenikmatan surgawi. Berada di dalam taman indah, dimana segala perasaan cinta tumpah dalam kebahagiaan yang tiada tara. Subhanallaah. Bagaimana menurut Anda? (***)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.