Jumat, 15 November 19

Ilmuwan Muslim Penemu Teori Diet Pertama

Ilmuwan Muslim Penemu Teori Diet Pertama
* Muslim penemu teori diet pertama di dunia kesehatan.  (Foto: Muslim Heritagr)

Obsessionnews.com – Seribu tahun lalu, sejumlah ilmuwan muslim telah memecahkan fakta dan solusi bagi orang yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas.

Prof. Rabie E. Abdel-Halim, seorang profesor emeritus urologi dan sejarawan medis mengatakan, selama ini kita salah persepsi mengenai penemu pertama tentang obesitas.

“Saya menikmati karya Sejarah Paten Richard Barnett tentang obesitas (28 Mei 1843). Diperlukan klarifikasi lebih lanjut mengenai pernyataannya bahwa  obesitas pertama kali muncul dalam konteks medis di Via Recta karya Thomas Venner (1620),” tutur Rabie, lulusan Departemen Urologi di King Saud University Medical College, Riyadh, Arab Saudi tersebut.

Menurutnya, selama masa kegelapan di Eropa, era besar pengobatan Yunani-Romawi sudah berakhir. Tidak ada kemajuan dalam ilmu kedokteran yang dilakukan sampai Renaisans. Namun, pada periode yang sama di Timur, bertepatan dengan penyebaran Islam, studi kedokteran dan cabang sains lainnya dihidupkan kembali.

Di bawah pengaruh ini, Mohamed Ibn Zakaria Ar-Razi (Rhazes, 841-926) dalam bukunya Al-Hawi Fit-Tibb (Ensiklopedi Kedokteran), telah membahas secara kritis semua teori tentang obesitas saat itu.

Dalam teorinya, ia menyoroti perbedaan pendapat dengan para ilmuwan terdahulu. Seperti Hippocrates, Rufus dari Efesus, Galen, Oribasius, dan Paul of Aegina, terutama terkait dengan pengelolaan obesitas (diet).

Salah satunya Galen, ia percaya bahwa orang yang banyak pikiran dengan aktivitas mental yang berkepanjangan akan membuat orang gemuk. Sebaliknya, Ar-Razi justru menilai orang yang banyak pikiran dengan aktivitas mental yang berkepanjangan menyebabkan orang kurus.

Ar-Razi mendokumentasikan pembahasannya, dengan menggunakan laporan kasus klinis pasien dengan obesitas berlebihan yang berhasil diobati. Ia menjelaskan secara rinci perawatan yang dia gunakan, termasuk diet, obat-obatan, latihan, pijat, hidroterapi dan perubahan gaya hidup.

Ibnu Sina (Avicenna, 980-1037) membahas tentang obesitas dalam bukunya volume ke 3 “Canon in Medicine”. Selain itu, Ibnu Hubal Al-Baghdady (1121-1213) juga membahas tentang predisposisi atau orang-orang yang sangat gemuk akan lebih cepat jatuh sakit.

Dalam teori diet yang mereka kemukakan, orang yang terlalu gemuk harus memulai latihan aktivitas secara bertahap. Karena, jika mereka memulai dengan tiba-tiba pada aktivitas berat, hal itu berpotensi membahayakan diri mereka sendiri.

Di dalam buku Canon of Medicine dan buku Al-Mujaz Fit-Tibb (The Concise Book of Medicine), karya Ibn el Nefis (1207-1288), ia menulis tentang hubungan antara obesitas yang berlebihan dan penyakit kardiovaskular (penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah) dan serebrovaskular (gangguan pembuluh darah di otak), serta gangguan pernafasan dan endokrin.

Menurut mereka, obesitas menyebabkan kendala pada manusia. Hingga membatasi kebebasannya melakukan tindakan dan menyempitkan pneuma (vitalitas). Orang yang mengalami beresiko mengalami pecahnya pembuluh darah fatal. Di mana akan menyebabkan kematian mendadak atau pendarahan ke dalam rongga tubuh.

Jika pendarahan sampai ke otak atau jantung, maka akan menyebabkan kematian mendadak. Seringkali, mereka menderita dyspnoea atau palpitasi (detak jantung abnormal).

Selanjutnya, Ibn el Nefis membedakan tipe khusus obesitas yang berlebihan pada mereka yang mengalami obesitas saat lahir (kongenitally obesity). Mereka biasanya mudah marah, lamban, terlihat sehat, tidak tahan lapar atau haus. Obat-obatan pun akan menjadi sulit dicerna oleh tubuh. (Vina/Sumber: Muslim Heritage)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.