Senin, 27 Mei 19

Ijtihad Politik Alim Ulama Tularkan Semangat Persatuan

Ijtihad Politik Alim Ulama Tularkan Semangat Persatuan
* Acara Musyawarah Nasional Alim Ulama.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ijtihad Politik Nasional Alim Ulama yang digelar di Grand Sahid Jaya Hotel telah membawa semangat persatuan di kalangan umat Islam, khususnya dalam menyikapi berbagi macam isu politik jelang Pilpres 2019.

 

Baca juga: 

FOTO Usamah Hisyam Buka Musyawarah Nasional Alim Ulama

Ijtihad Politik Nasional Alim Ulama Mantapkan Pilihan kepada Jokowi

 

“Saya melihat kegiatan ini semangatnya adalah kebersamaan,” ujar Dai dari Papua Barat, Alqaf, saat ditemui dilokasi acara, Sabtu (16/3/2019).

Alqaf datang jauh-jauh dari Papua Barat karena ia menganggap para alim ulama ini bisa menebarkan semangat persatuan kepada masyarakat meski berbeda pilihan dalam politik. Pihaknya yang mengaku sudah memantapkan diri mendukung Jokowi dalam Pilpres ini menilai masyarakat tak perlu bertengkar hanya gara-gara perbedaan politik.

“Jika ada fitnah dan hoax kita sebagai umat muslim tak perlu membalasnya dengan fitnah serupa. Karena hasilnya yang ada kebencian saling curiga dan menuduh. Cukup kita balas dengan kebaikan, kira terus suarakan persatuan,” jelasnya.

Menurutnya, itulah inti dari kegiatan Ijtihad Politik Nasional Para Alim Ulama ini. Meski dalam Ijtihad ini arahnya mendukung Jokowi. Namun para alim ulama ini meminta kepada masyarakat untuk lebih mengutamakan persatuan atau ukhuwah Islamiyah dengan menjaga kondisifitas.

“Jadi harapannya ke depan para alim ulama selepas dari sini juga bisa menularkan persatuan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Munajat Indonesia Berkah H Usamah Hisyam menilai, kini banyak hoax dan isu yang mempertangkan keislaman dan kebangsaan untuk kepentingan memenangkan Pilpres 2019. Untuk itu Ijtihad politik ini, para ulama diminta merumuskan pandangannya tentang umat dan bangsa ke depan.

“Semangat yang harus dibangun adalah keislaman dan kebangsaan demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Tidak boleh mempertentangkan antara keislaman dan kebangsaan,” katanya ketika membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Usamah yang juga menjadi Ketua Umum PP Persaudaraan Muslimin Indonesia ini menjelaskan bahwa sejak dulu nilai keislaman tidak pernah bertentangan sedikitpun dengan nilai-nilai Keindonesian. Namun, kini ia melihat banyak cara-cara politik kotor yang sengaja ingin membenturkan Islam dengan keindonesian. Padahal jelas Dalam adalah agama yang paling toleran bisa menghargai kebinekaan.

Diketahui Ijtihad Politik Nasional Alim Ulama ini merupakan rangkaian dari acara Musyawarah Nasional Alim Ulama yang diselenggarakan oleh Majelis Munajat Indonesia Berkah. Kegiatan ini diikuti 618 peserta dari 31 provinsi, dan berlangsung hingga Minggu (17/3). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.