Sabtu, 31 Oktober 20

IFW 2019 Angkat Kebudayaan Indonesia

IFW 2019 Angkat Kebudayaan Indonesia
* Pembukaan Indonesia Fashion Week 2019 di JCC, Jakarta. (Foto: dok IFW)

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 resmi dibuka oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif), Triawan Munaf. Pembukaan gelaran mode tersebut diringi oleh parade karya puluhan desainer di panggung catwalk. Tak hanya desainer Indonesia, hadir pula desainer dari Myanmar, May Myat Waso di parade tersebut.

IFW 2019 kembali mengangkat kebudaan Indonesia sebagai visi besarnya. Tema yang diambil adalah ‘Cultural Values’. Secara khusus, tahun ini IFW menggaungkan budaya Kalimantan seperti kain tenun, songket, hingga flora dan faunanya. 

Tema yang diusung sejalan dengan upaya berkesinambungan Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sebagai salah satu benteng ekonomi nasional. 

“Indonesia Fashion Week 2019 sebagai perhelatan yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan dan kewirausahaan ini sangat mendapat apresiasi dari berbagai pihak di Indonesia,” kata Poppy Dharsono, Presiden IFW/ Ketua Umum APPMI dalam acara pembukaan IFW 2019 di JCC, Rabu (27/3/2019).

Ajang ini akan berlangsung selama 5 hari, mulai dari 27 – 31 Maret 2019. Dia menuturkan bahwa IFW 2019 semakin menarik dan mendapat perhatian dunia internasional karena tidak hanya mencakup ranah budaya, tetapi juga pariwisata.

Dengan mengusung khasanah kekayaan Indonesia, baik budaya, wisata alam, maupun sumber daya manusianya, Indonesia Fashion Week 2019 diharapkan dapat semakin mengharumkan nama Indonesia di mata internasional melalui industri fesyen.

“Belum banyak yang mengangkat khasanah budaya Kalimantan, padahal rumpun masyarakat Kalimantan yang terdiri dari beberapa etnis utama yaitu; Melayu, Dayak, Banjar, Kutai dan Dayak Paser makin memberikan nuansa unik,” sambung Poppy.

IFW 2019 akan dimeriahkan oleh ratusan pelaku bisnis fashion dan perancang dari berbagai penjuru Nusantara. Perhelatan ini akan menempati area JCC seluas lebih dari 24.000 meter persegi dengan menampilkan 20 peragaan busana, kompetisi dan talk shows serta memamerkan ratusan merek lokal

Tak hanya fashion show, IFW 2019 juga menyajikan ekspo dari beragam jenis label busana. Ekspo didominasi oleh UKM dari berbagai daerah yang membawa kekayaan budaya lokal. Busana muslim juga ikut mendominasi pameran, bahkan ada ruangan khusus menjual busana muslim.

Dalam IFW 2019, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia ikut berpartisipasi dengan memfasikitasi 6 UKM unggulan sebagai peserta pameran tersebut.

“UKM peserta pameran Indonesia Fashion Week dari kami sudah melalui tahapan kurasi dan seleksi secara ketat. Karena itu produk dan mutu kami jamin prima,” kata Direktur Utama Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi.

UKM mitra binaan Smesco Indonesia itu, yakni Scano Excotic dari Jakarta, DAT Handmade Indonesia dari Jawa Barat, Poescraft dari Jakarta, Hanung Craft dari Banten, Rita Rose Collection dari Jakarta, dan Tri Agung Busana dari Bali. Terdiri dari katagori produk tas, sepatu, fesyen dan assesoris.

“Layaknya penyelenggaraan Indonesia Fashion Week dari tahun ke tahun, ajang IFW 2019 diharapkan dapat menjadi sarana promosi produk unggulan dari setiap daerah,” ujar Emilia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.