Rabu, 12 Agustus 20

ICW Desak KPK Bongkar Keterlibatan Pengurus PDI-P

ICW Desak KPK Bongkar Keterlibatan Pengurus PDI-P
* Komisioner KPU Wahyu Setiawan menggunakan rompi tahanan KPK dengan tangan diborgol. (Foto: Edwin Budiarso/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar keterlibatan para pengurus PDI-P dalam kasus suap komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait penetapan anggota DPR terpilih periode 2019-2024 dari PDI-P, yakni Harun Masiku lewat mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

 

Baca juga:

KPK Segera Periksa Hasto Kristiyanto

FOTO KPK Gelar Jumpa Pers OTT Komisioner KPU

FOTO Menteri Wishnutama Kusubandio Datangi KPK

Terungkap! Komisioner KPU yang Terjaring OTT KPK Bernama Wahyu Setiawan

Diduga Terima Suap, Komisioner KPU Ditangkap KPK

 

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz mengatakan, kasus suap yang melibatkan politisi PDI-P dan jajaran pengurus harus diusut tuntas agar lebih jelas.

“ICW mendorong KPK untuk menggali adakah oknum PDI-P yang berperan atau terlibat dalam proses PAW tersebut yang berujung terjadinya praktik suap,” kata Donal dalam keterangan tertulis, Jumat (10/1/2020).

Donal menuturkan, dugaan keterlibatan politikus PDI-P itu timbul setelah pimpinan KPK yang menyebut ada salah satu pengurus DPP PDI-P memerintahkan advokat bernama Doni mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara.

Kemudian, KPK juga menyebut PDI-P berkirim surat kepada KPU untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti caleg yang meninggal. Padahal, kata Donal, ketentuan penggantian calon terpilih telah jelas diatur dalam Pasal 426 Ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal tersebut menyatakan, calon terpilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diganti oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/ Kota dengan calon dari daftar calon tetap Partai Politik Peserta Pemilu yang sama di daerah pemilihan tersebut berdasarkan perolehan suara calon terbanyak berikutnya.

Dalam hal ini, menurut KPU, yang seharusnya menjadi pengganti adalah Riezky Aprilia berdasarkan UU Pemilu. Akan tetapi partai justru tetap mendorong Harun Masiku untuk dilantik menggatikan Nazarudin Kiemas.

“Proses ini menunjukkan adanya peran partai untuk turut mendorong proses PAW ini,” ujar Donal.

ICW pun mendesak PDI-P untuk mendukung dan kooperatif terhadap segala langkah hukum pro-justicia yang dilakukan oleh KPK.

KPK Segera Periksa Hasto Kristiyanto

Dalam waktu dekat KPK akan memeriksa pihak-pihak terkait untuk mendalamai kasus suap di KPI. Termasuk di antaranya Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto.

“Soal memanggil pihak-pihak terkait yang disebut, misalnya seperti Pak Hasto, ini kembali ke penyidikan. Tetapi mungkin tidak hanya Pak Hasto saja, tetapi kepada pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan pengembangan perkara ini pasti juga ada panggilan-panggilan,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020) malam.

Dalam perkara ini, KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina menerima suap dari Harun dan Saeful sebesar Rp 900 juta. Saeful sendiri merupakan staf pribadi Hasto yang terjaring OTT.

Atas perbuatannya, Wahyu dan Agustiani Tio yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau Pasal 12 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Harun dan Saeful yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.