Minggu, 22 September 19

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Tidak Ada Jaminan Ekonomi di Indonesia Timur Akan Menggeliat

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Tidak Ada Jaminan Ekonomi di Indonesia Timur Akan Menggeliat
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato dengan mengenakan baju adat di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (foto: Humas Setkab/Oji)

Jakarta, Obsessionnews.com  – Setelah menyingggung rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen (16/8/2019), keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan ibu kota kembali dibicarakan setelah beredarnya konsep dan desain ibu kota baru.

 

Baca juga:

5 Negara yang Sukses Memindahkan Ibu Kota

Catatan Kritis JK, Jika Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

Ibu Kota Negara Pindah, Pemerintah Gunakan Pola Kerja Sama Pemanfaatan Gedung K/L

 

Tetapi, di tengah keseriusan ini, banyak rakyat yang belum memahami apa sebenarnya urgensi hingga ibu kota harus segera dipindah. Rakyat semakin bingung karena rencana ini semacam menjadi diskursus utama bangsa di saat kehidupan ekonomi dan sosial politik yang saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Wakil Ketua Komite I DPD RI Fahira Idris yang membidangi persoalan pemerintahan dalam negeri mengungkapkan, alasan pemindahan ibu kota sebagai jalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa sangat spekulatif dan menyederhakan persoalan. Tidak ada jaminan pasti jika ibu kota pindah ke Kalimantan, laju ekonomi di Indonesia timur akan menggeliat.

Selain itu, kehidupan sosial politik Indonesia saat ini, terlebih pasca insiden di Surabaya dan Malang yang memicu kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, perlu penangangan yang serius, konsisten, dan berkelanjutan agar tidak terulang.

Menurut Fahira, kondisi Indonesia terutama ekonomi dan sosial politik, belum pas untuk mewacanakan apalagi menyeriusi pindah ibu kota. Karena skala prioritas bangsa saat ini bukan memindahkan ibu kota ke Kalimantan, tetapi memulihkan perekonomian dan mengakrabkan kembali kehidupan antarwarga negara.

“Pak Jokowi akan dikenang 10, 20 bahkan 100 tahun ke depan jika berhasil menggeliatkan ekonomi dan kehidupan sosial, bukan karena memindahkan ibu kota. Karena perbaikan ekonomi dan mengakrabkan kembali kehidupan berwarganegara saat ini menjadi kebutuhan bangsa agar bisa maju,” tukas Fahira idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta,  dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/8).

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.