IAIS Siapkan SDM untuk Lembaga Perbankan Syariah

Jakarta, Obsessionnews.com - Rencana pembangunan Institut Agama Islam Sumbawa (IAIS) di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dibahas oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah di ruang kerja Menag, Rabu (4/11/2020). Di IAIS bakal ada tiga fakultas dengan enam program studi. Yaitu Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar PGSD, Pendidikan Guru TK, dan Pendidikan Guru Anak Luar Biasa, serta Fakultas Agama Islam dengan Program studi Pendidikan Agama Islam.
Zulkieflimansyah menjelaskan, kehadiran IAIS untuk menyiapkan SDM bagi lembaga perbankan syariah maupun lembaga lainnya yang menerapkan sistem syariah. “Kampus IAIS ini dibangun di Desa Penyaring agar bisa mendorong pertumbuhan baru di Moyo Utara dan Moyo Hilir,” katanya. “Seperti halnya Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), IISBUD, AKOM dan SMK Al Kahfi yang dibangun di Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, dengan pertumbuhannya yang relatif bagus,” sambungnya. Halaman selanjutnya Dia mengaku optimis dengan calon mahasiswa di sana karena jika output-nya jelas atau pasar kerjanya tersedia, pasti banyak yang berminat. Salah satunya Bank NTB Syariah yang SDM-nya akan membantu proses perkuliahan sebagai staf pengajar. “Intinya kampus ini adalah peluang yang menarik, karena pasarnya tersedia, dan kita tinggal menyiapkan SDM-nya,” ujarnya usai bertemu Menag. Menurutnya, Menag menyambut baik penjelasannya terkait rencana pembangunan IAIS. “Saat berkunjung ke NTB, beliau terkesan dengan kinerja Bank NTB Syariah yang sangat baik. Bank NTB Syariah salah satu yang terbaik untuk Bank Syariah Daerah di Indonesia dengan kinerja di atas rata rata nasional,” ujarnya. Halaman selanjutnya Bank NTB berawal dari bank konvensional. Banyak non muslim yang bekerja di sana. Meski telah dikonversi menjadi Bank Syariah, pegawai non muslim tetap mendapat tempat, bekerja dengan sangat produktif. Itu artinya kata syariah tidak menjadi kendala buat non muslim untuk berpartisipasi, berkiprah. “Ini yang saya kira bonus buat Indonesia, membuktikan orang tidak harus takut dengan kata-kata syariah kalau dimaknai dengan benar. Alhamdullah, NTB memulai langkah dalam perjalanan yang begitu panjang ini. Kontribusi kita menunjukkan Islam yang damai, sejuk, rahmatan lil alamin untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya. Menag, lanjutnya, sudah menyetujui dan meminta untuk mempersiapkan segala persyaratan membuka Fakultas Perbankan Syariah di IAIS. (arh)
Zulkieflimansyah menjelaskan, kehadiran IAIS untuk menyiapkan SDM bagi lembaga perbankan syariah maupun lembaga lainnya yang menerapkan sistem syariah. “Kampus IAIS ini dibangun di Desa Penyaring agar bisa mendorong pertumbuhan baru di Moyo Utara dan Moyo Hilir,” katanya. “Seperti halnya Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), IISBUD, AKOM dan SMK Al Kahfi yang dibangun di Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, dengan pertumbuhannya yang relatif bagus,” sambungnya. Halaman selanjutnya Dia mengaku optimis dengan calon mahasiswa di sana karena jika output-nya jelas atau pasar kerjanya tersedia, pasti banyak yang berminat. Salah satunya Bank NTB Syariah yang SDM-nya akan membantu proses perkuliahan sebagai staf pengajar. “Intinya kampus ini adalah peluang yang menarik, karena pasarnya tersedia, dan kita tinggal menyiapkan SDM-nya,” ujarnya usai bertemu Menag. Menurutnya, Menag menyambut baik penjelasannya terkait rencana pembangunan IAIS. “Saat berkunjung ke NTB, beliau terkesan dengan kinerja Bank NTB Syariah yang sangat baik. Bank NTB Syariah salah satu yang terbaik untuk Bank Syariah Daerah di Indonesia dengan kinerja di atas rata rata nasional,” ujarnya. Halaman selanjutnya Bank NTB berawal dari bank konvensional. Banyak non muslim yang bekerja di sana. Meski telah dikonversi menjadi Bank Syariah, pegawai non muslim tetap mendapat tempat, bekerja dengan sangat produktif. Itu artinya kata syariah tidak menjadi kendala buat non muslim untuk berpartisipasi, berkiprah. “Ini yang saya kira bonus buat Indonesia, membuktikan orang tidak harus takut dengan kata-kata syariah kalau dimaknai dengan benar. Alhamdullah, NTB memulai langkah dalam perjalanan yang begitu panjang ini. Kontribusi kita menunjukkan Islam yang damai, sejuk, rahmatan lil alamin untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya. Menag, lanjutnya, sudah menyetujui dan meminta untuk mempersiapkan segala persyaratan membuka Fakultas Perbankan Syariah di IAIS. (arh)




























