Minggu, 21 April 19

Heboh, Pengemis Nur Punya Mobil dan Beristri Tiga?

Heboh, Pengemis Nur Punya Mobil dan Beristri Tiga?
* Saat Nur membuka mobil tumpangannya. (Foto: Kompas.com)

Bogor, Obsessionnews.com – Seorang pengemis asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor,  Jawa Barat, bernama Hendra alias Nur (86), mendadak viral di media sosial (medsos). Nur kedapatan mengemis sambil membawa mobil Avanza di sekitar lampu merah Lotte Mart Yasmin, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor.

 

Baca juga:

Anak Tega Jadikan Ibunya Pengemis di Jalan

FOTO Pengemis di Tol Gadog

Mensos Prihatin Tiap Ramadhan dan Jelang Lebaran Marak Pengemis

 

Warganet dibuat heboh dengan foto Nur sedang membuka mobil Avanza warna hijau yang menjadi viral. Sejumlah komentar mengaku heran setelah melihat pengemis tersebut memiliki mobil pribadi. Hal tersebut terungkap setelah Nur terkena razia Satpol PP Kota Bogor, Rabu (20/3/2019).

Selain itu, di medsos juga sempat disebutkan bahwa pengemis tersebut merupakan juragan angkutan kota (angkot) dan memiliki tiga istri. Namun, hingga saat ini informasi tersebut masih diselidiki dan akan didalami lagi oleh pihak Satpol PP Kota Bogor untuk didata.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/3/2019), Nur menjelaskan kepada petugas bahwa mobil jenis Avanza berwarna hijau yang ditumpanginya itu bukan miliknya. Mobil itu dia sewa dari seorang tetangganya.

“Enggak benar itu. Yang viral di media sosial itu bohong. Itu bukan mobil saya, itu saya sewa dari tetangga. Itu kebenarannya,” ucap Nur.

Nur diamankan setelah terjaring razia Satpol PP Kota Bogor. (Foto: Kompas.com)

Nur mengaku, rata-rata dalam sehari, ia mampu mengumpulkan uang dari hasil mengemis di jalanan kurang lebih Rp 150.000. Pembagiannya, Rp 50.000 untuk membayar sewa mobil setengah hari, Rp 30.000 untuk jasa sopir. Sementara sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Nur mengungkapkan, alasannya menyewa mobil untuk mengemis adalah kakinya sudah tak kuat berjalan. Dia menceritakan, dari 1995 dirinya sudah menjadi pengemis. Saat itu, pertama kali ia mencari nafkah dengan meminta-minta di daerah Jembatan Merah, Kota Bogor.

“Kaki saya kan pernah patah, jadi suka sakit kalau jalan,” katanya.

Setelah cukup lama mengemis di sana, Nur sempat memutuskan berhenti mengemis. Selama tiga tahun sejak berhenti mengemis, Nur membuka praktik pengobatan di rumahnya, di kawasan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Namun, dua tahun ke belakang ini, ia kembali menjadi pengemis di daerah Simpang Yasmin. Faktor ekonomi disebut-sebut sebagai alasan kenapa Nur kembali mengemis.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi hanya menjelaskan, Nur atau sering disapa Abah memang memiliki mobil dengan nomor polisi F 1663 NM. Menurut Herry Karnadi, Nur itu biasa mangkal di perempatan Yasmin sejak pukul 07.00 WIB.

“Iya benar, yang bersangkutan memiliki mobil,” ungkap Herry.

Satpol PP Kota Bogor menggelar razia. (Foto: Kompas.com)

Satpol PP telah menemui Abah, tetapi tidak menindaknya. Baru kali ini Abah terjerat penertiban. “Hari ini, pukul 10.00 WIB dilakukan penertiban terhadap pengemis itu di warung dekat Masjid Baitur Ridwan. Terlihat juga mobil pengemis beserta sopir yang juga anak pengemis itu,” kata Herry, 

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Abah dan anaknya tinggal di Kampung Kalong Tonggoh, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Azrin Syamsudin mengatakan, untuk mengetahui kebenaran tersebut, pihaknya akan melakukan home visit atau kunjungan ke kediaman Nur. Di sana, petugas sosial akan membuat berita acara dengan kepala desa setempat.

“Dalam pendataan ini, biasanya itu ada perjanjian jangan lagi melakukan kegiatan di kota (mengemis). Dengan catatan, kalau ketangkap sekali lagi, dia akan kami bawa ke balai rehabilitasi,” kata Azrin. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.