Selasa, 26 Oktober 21

Hebat! Usianya 15 Tahun, Kamila Mahasiswa Termuda UGM

Hebat! Usianya 15 Tahun, Kamila Mahasiswa Termuda UGM
* Kamila Putri Hanisa.

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Kamila Putri Hanisa menjadi pusat perhatian dalam acara upacara penerimaan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta,  tahun akademik 2017/ 2018 di halaman Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Senin (7/8/2017). Semua pandangan mata tertuju pada diri Kamila ketika pembawa acara menyebut  gadis berjilbab tersebut mahasiswa termuda UGM dalam usia 15 tahun 5 bulan. Wow…hebat!

“Seneng sih bisa diterima di Fakultas Geografi UGM. Kalau tidak akselerasi, mungkin saya masih duduk di kelas X SMA,” tutur Kamila seperti dikutip dari keterangan tertulis Humas UGM, Senin (7/8).

Kamila dengan rendah hati mengungkapkan ia tidak pernah menyangka semua itu. Saat ini pun ia berbarengan dengan kakaknya, Anissa Putri Afifa, yang diterima menjadi mahasiswa baru di STAN, Jakarta.

Menurutnya, menjadi mahasiswa termuda tak ada bedanya dengan mahasiswa baru lainnya. Bahkan terasa biasa-biasa saja. Semua itu karena ia menjalani jenjang pendidikan di tingkat SD, SMP dan SMA pada kelas akselerasi.

“Dari SD sampai SMA itu ikut klas akselerasi atau kelas percepatan. MI Nahdlatul Ulama Minu Pucang, Sidoarjo, Jawa Timur. SMP Negeri 1 Sidoarjo dan SMA Negeri 2 Sidoarjo, Jawa Timur,” ucap dara kelahiran Sidoarjo, 26 Februari 2002 ini.

Ia mengatakan, sukses belajar di kelas akselerasi tidak ada jurus khusus. Kuncinya bisa mengikuti dan harus selalu belajar.

Menurutnya, penting membangun semangat. Selain itu, untuk kelancaran belajar adalah dukungan dari orang tua.

“Itu sangat berpengaruh, apalagi kalau lagi down atau stress. Belajar di kelas-kelas akselerasi sangat padat banget,” tandasnya.

Kamila pun mengaku tidak mudah untuk bisa terus berada di kelas akselerasi. Selain padat pelajaran, di kelas ini diterapkan capaian patokan nilai. Siswa-siswa yang tidak memenuhi capaian patokan nilai yang telah ditentukan maka bisa diturunkan dari kelas akselerasi.

Oleh sebab itu, saat duduk di bangku SMA Negeri 2 Sidoarjo, tidak heran jika Kamila sering terlihat pulang sore. Belum lagi, setelah itu ia harus menjalani les beberapa mata pelajaran.

“Misalkan ada beberapa mata pelajaran yang berada di bawah nilai 92, seperti matematika, fisika, kimia dan lain-lain. Meski begitu bapak ibu guru masih memberi toleransi, dengan ujian ulang. Gimana-gimana, kelas akselerasi ini adalah pilihan saya,” ujarnya.

Kamila diterima menjadi mahasiswa baru Departemen Geografi dan Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi UGM melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri  (SBMPTN).

Dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM, Kamila yakin bisa beradaptasi dan  tidak grogi. Dia mengaku merasa terbiasa bergaul dengan banyak teman dengan usia di atasnya sejak dari SD.

“Pinginnya setelah lulus melanjutkan S2 ke luar negeri, langsung saja mudah-mudahan,” tegasnya. (arh)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.