Kamis, 20 Januari 22

Gus Yahya Terpilih sebagai Ketum PBNU Saat Menginjak Usia 55 Tahun

Gus Yahya Terpilih sebagai Ketum PBNU Saat Menginjak Usia 55 Tahun
* KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 di Muktamar ke-34 NU di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Jumat (24/12/2021) pagi. (Foto: www.nu.or.id)

Bandar Lampung, obsessionnews.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) punya nakhoda baru. Dia adalah
KH Yahya Cholil Staquf. Kiai yang akrab dipanggil Gus Yahya ini ditetapkan sebagai Ketua Umum (Ketum) PBNU periode 2021-2026 setelah meraih suara 327 dari total 548 suara yang masuk. Hal itu diputuskan pada Sidang Pleno V Muktamar ke-34 NU di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Jumat (24/12/2021) pagi. Dia menggantikan Said Aqil Siradj.

 

Baca juga:

Wapres: Muktamar NU Pasti Diawali Gegeran dan Diakhiri Ger Geran

Jelang Muktamar NU, Muncul Isu Kader PMII Vs HMI

 

 

Dikutip dari situs nu.or.id, Jumat,
Gus Yahya dilahirkan di Rembang, Jawa Tengah 16 Februari 1966. Ia terpilih sebagai Ketum PBNU saat menginjak usia 55 tahun. Ia merupakan putra KH Cholil Bisri, kakak KH Ahmad Mustofa Bisri.

Gus Yahya adalah kakak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Gus Yahya mengenyam pendidikan pertama kali di pondok pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, yang didirikan oleh kakeknya, KH Bisri Mustofa. Ia kemudian melanjutkan studinya di Pondok Pesantren Krapyak di bawah asuhan KH Ali Ma’shum. Ia juga pernah mengenyam Pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Di era Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 1999-2001, Gus Yahya ditunjuk sebagai Juru Bicara Presiden bersama Wimar Witoelar dan Addie M Massardi.

Gus Yahya diangkat sebagai Katib Aam PBNU masa khidmah 2015-2021 mendampingi Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin 2015-2018 dan KH Miftachul Akhyar 2018-2021.

Gus Yahya juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2018-2019.

Gus Yahya aktif menjadi pembicara di dalam maupun luar negeri dalam upaya mengusung perdamaian. Opininya dalam mengampanyekan kedamaian dan perdamaian dengan semangat Islam Nusantara itu juga dibaca publik secara luas.

Gus Yahya juga terpilih sebagai salah satu dari 500 Muslim paling berpengaruh di dunia karena upaya-upaya yang dilakukannya untuk mengusung perdamaian dunia. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.