Senin, 28 November 22

Gunakan Gas Air Mata Tewaskan Ratusan Orang, 18 Polisi Diperiksa

Gunakan Gas Air Mata Tewaskan Ratusan Orang, 18 Polisi Diperiksa
* Korban yang terkena gas air mata dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. (RTR/BBC)

Kepolisian memeriksa 18 anggotanya yang bertanggung jawab menggunakan senjata pelontar gas air mata dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan sedikitnya 125 orang.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan, ke-18 polisi tersebut masih diperiksa tim inspektorat khusus dan Divisi Propam.

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 orang anggota yang bertanggung jawab sebagai operator pemegang senjata pelontar. Ini sedang dimintai keterangan dan didalami tim dari Insus maupun Propam,” kata Dedi kepada wartawan, Senin (03/10).

Ia melanjutkan anggota polisi yang menjadi bagian manajer keamanan lapangan juga sedang menjalani pemeriksaan.

“Manajer pengamanan lapangan itu dari pangkat perwira sampai dengan pamen [perwira menengah polisi]. Sedang didalami,” katanya.

Selain itu, kepolisian juga sedang memeriksa saksi-saksi lainnya yaitu Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Ketua PSSI Jawa Timur Ahmad Riyadh, Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris, serta Kadispora Jawa Timur Pulung Chausar.

“Akan dimintai keterangannya oleh tim penyidik hari ini,” lanjut Dedi.

Sejauh ini, tim dari kepolisian juga memeriksa dan menganalisa 32 titik CCTV di seputar stadion.

“Tim Inafis juga, nanti bekerjasama dengan labfor, setelah kita berhasil menganailsa dari seluruh cctv. Tim DVI akan melakukan identifikasi terkait terduga pelaku pengrusakan, baik di dalam stadion maupun di luar stadion,” lanjut Dedi.

Secara terpisah, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berjanji segera mengumumkan prajurit yang melakukan kekerasan di Stadion Kanjuruhan.

“Kami di satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore. Kami janji,” kata Andika pada Senin (3/10), sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

“Kami tidak akan mengarah pada disiplin, tetapi pidana, karena memang itu sudah sangat berlebihan. Itu bukan dalam rangka mempertahankan diri atau yang lain misalnya. Itu bagi saya masuk ke tindak pidana,” kata Panglima TNI.

Langkah kepolisian ditempuh setelah pemerintah, melalui Menko Pollhukam Mahfud MD, meminta Polri segera menetapkan tersangka dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menelan 125 korban meninggal dan lebih dari 300 luka-luka.

“Adapun tugas atau jangka pendek diminta kepada Polri agar dalam beberapa hari ke depan ini segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana … segera diumumkan siapa pelaku dari ini yang sudah memenuhi syarat untuk ditindak,” kata Mahfud MD dalam keterangan pers, Senin (03/10).

Pemerintah juga memerintahkan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, untuk mengusut anggotanya yang terlibat dalam tragedi Stadion Kanjuruhan.

“Karena di dalam video-video yang beredar ada juga TNI yang nampaknya melakukan tindakan berlebih dan di luar kewenangannya, apakah video itu benar atau tidak? Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua,” tambah Mahfud MD.

Sementara itu, pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta yang terdiri dari perwakilan pemerintah, organisasi profesi sepak bola, akademisi, pengamat, dan media massa.

“Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF, yang akan dipimpin langsung oleh Menkopolhukam, yang keanggotaannya paling lama akan ditentukan paling lama dalam 24 jam ke depan,” ujar Mahfud MD.

TGIPF ini merupakan salah satu tindaklanjut instruksi Presiden Joko Widodo yang menyerukan agar jajarannya menuntaskan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang, dan mengevaluasi penyelenggaraan sepak bola di Indonesia.

Mahfud MD mengatakan TGIPF akan bekerja dan mengumumkan hasil temuannya “dalam dua atau tiga minggu ke depan.”

Selain itu, Mahfud MD juga memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali untuk mengundang PSSI, pemilik klub, dan panitia pelaksana daerah.

Undangan ini untuk memastikan aturan pertandingan yang dibuat oleh FIFA dilaksanakan di lapangan. “Bagian dalam upaya evaluasi total,” katanya.

Pemerintah juga akan memberikan santunan kepada korban dan keluarga korban, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatannya.

“Termasuk di dalamnya trauma healing,” jelas Mahfud MD.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut kejadian pada Sabtu (01/10) menyusul pertandingan antara Arena dan Persebaya itu adalah “hari gelap” dalam sepak bola.

Klub-klub Liga Primer Inggris mengungkap duka sementara Liga Spanyol melakukan mengheningkan cipta untuk korban dalam tragedi yang sejauh ini menyebabkan 125 orang meninggal dan lebih dari 300 luka-luka.

Jumlah korban meninggal sempat disebutkan mencapai 174 orang karena ada data yang ganda.

Polisi yang menggambarkan kejadian itu sebagai “kerusuhan” mengatakan mereka melepaskan gas air mata untuk memaksa pendukung kembali ke tribun dan setelah dua polisi meninggal.

Banyak korban yang terinjak-injak dan tak bisa bernapas karena berdesak-desakan, menurut polisi.

Kepolisian juga mengatakan insiden terjadi di gerbang 10 di stadion.

Suara teriakan terdengar saat penonton berusaha keluar termasuk perempuan dan anak-anak, menurut salah satu akun Twitter pendukung.

“Dunia sepak bola terkejut menyusul insiden tragis …,” kata Presiden FIFA Infantino.

“Ini adalah hari gelap dan tragedi yang sulit dibayangkan bagi semua yang terlibat dalam sepak bola…Duka cita untuk keluarga dan rekan-rekan korban,” tambahnya.

Konfederasi Sepak Bola Asia juga menyatakan duka atas jatuhnya korban.

Sejumlah klub Liga Primer, termasuk Arsenal, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur – melalui cuitan – mengungkap “duka mendalam” atas tragedi ini.

La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol sepakat klub-klub akan melakukan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan hari Minggu (02/10).

Pernyataan dari La Liga menyebutkan mengheningkan cipta dilakukan sebagai “tanda duka cipta kepada rakyat Indonesia, khususnya bagi keluarga korban meninggal dan menghaturkan cepat sembuh bagi yang terluka.”

Para pemain dalam pertandingan Espanyol melawan Valencia mengheningkan cipta atas tragedi sebelum kickoff.

Asosiasi sepak bola Jerman dan Serie A Italia juga mengungkap duka cita melalui Twitter. (BBCIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.