Kamis, 8 Desember 22

Garibaldi Thohir Bawa Batu Bara Melejit

Garibaldi Thohir Bawa Batu Bara Melejit
* Garibaldi Thohir (Foto: Forbes)

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir batu bara terbesar di dunia. Berbicara tentang batu bara tentu tak lepas dari sosok Garibaldi Thohir yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) Adaro Energy Tbk.

Di tangan pria yang akrab disapa Boy ini Adaro Energy menjadi  produsen batu bara terbesar di belahan bumi selatan dan keempat terbesar di dunia. Bagaimana tidak, pria kelahiran Jakarta, 1 Mei 1965 ini mampu membawa perubahan Adaro Energy lebih maju.

Dengan cadangan sebesar 13,5 miliar ton, saat ini Adaro Energy memproduksi 52,5 juta ton batu bara pada tahun 2016 dan dalam sembilan bulan pertama tahun 2017 bisa menghasilkan  39,36 juta ton.

Perusahaan pertambangan ini meraup keuntungan yang melejit. Dengan mencatat laba sebesar US$495 juta atau sekitar Rp6,6 triliun (kurs Rp13.500/dolar AS) di triwulan III-2017, angkanya naik 76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pencapaian kinerja yang baik ini mencerminkan fokus Adaro serta peningkatan harga batu bara  seiring semakin baiknya kondisi pasar,” kata Boy kala itu.

Pendapatan bersih perseroan juga naik, sebesar 37% menjadi US$ 2,4 miliar di akhir September 2017. Bandingkan tahun sebelumnya yang hanya US$ 1,7 miliar.

Sampai akhir September 2017, emiten berkode ADRO itu telah berkontribusi US$ 254 juta dalam bentuk royalti dan US$ 325 juta dalam bentuk pajak kepada negara.

“Kontribusi Adaro terhadap negara yang diberikan melalui royalti maupun pajak juga meningkat dan perusahaan tetap memegang komitmen untuk mendukung pembangunan negara melalui semua pilar pertumbuhannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, perusahaan ADRO juga mencakarkan kakinya di sebuah negara kepulauan di Afrika Timur, Mauritius. Melalui salah satu anak perusahaannya, Arindo Holdings Limited telah resmi menjajakan sahamnya di Stock Exchange of Mauritius Ltd pada 15 Desember 2017.

Dalam proses initial public offering (IPO), Arindo Holdings yang didirikan sejak 28 Maret 2005 ini telah melepas 26.132.004 lembar saham. Dari jumlah tersebut sekitar 5%-nya telah diserap oleh publik dengan nilai nominal US$ 11,45 per saham.

Dari proses IPO tersebut, Arindo Holdings akan memperoleh dana segar sebesar US$ 12,1 juta atau setara Rp 163,35 miliar (kurs Rp 13.500). Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi sebagian utang dan modal kerja. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.