Kamis, 6 Agustus 20

Gairah Seks Menurun? Ini Penyebabnya!

Gairah Seks Menurun? Ini Penyebabnya!
* Terlalu lelah, stres dan depresi bisa menjadi pemicu utama menurunnya libido dan gairah seks. (Foto: ist)

Bagi pasangan suami isteri, gairah seksual menjadi faktor yang sangat penting, agar hubungan seksual terasa hangat dan membara. Namun, seiring bertambahnya usia pernikahan, banyak pria yang merasa gairah seksualnya menurun. Jika hal ini sudah terjadi tentu harus dicari penyebab dan solusinya agar hubungan seksual Anda dan pasangan tetap harmonis.

“Terlalu lelah, stres dan depresi bisa menjadi pemicu utama menurunnya libido dan gairah seks”. 

Terlalu lelah, stres dan depresi bisa menjadi pemicu utama menurunnya libido dan gairah seks. Depresi bahkan bisa mengubah sebagian dari kehidupan seseorang, aktivitas yang biasanya terasa menyenangkan, termasuk hubungan seksual bisa menghilang begitu saja, dan tak lagi terasa menyenangkan.

Kadar stres dan depresi dapat mengganggu kadar hormon, memicu terjadinya penyempitan arteri saat stres sehingga membatasi aliran darah dan parahnya dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menjalani psikoterapi apabila memang benar penurunan libido disebabkan karena stres atau depresi. Meskipun demikian, menurunnya gairah seksual pria tak selalu karena kondisi psikologis.

Menurunnya kondisi kesehatan yang bersifat fisiologis juga menjadi salah satu faktor yang bisa berpengaruh terjadinya penurunan libido. Yang pertama hati-hati dengan perut buncit. Mungkin selintas tak ada efek buruk dengan perut yang semakin membuncit. Namun, lemak di dalam perut yang sulit dihilangkan, akan menghambat gairah seksual. Pria dengan ‘obesitas sentral’ atau lingkar pinggang lebih dari 102 sentimeter, konon memiliki kadar testosteron yang jauh lebih rendah dari pria langsing. Untuk itu, menjaga makan dan olahraga rutin menjadi solusi tepat untuk menghilangkan lemak-lemak di perut.

Olahraga juga mampu meningkatkan hormon testosteron secara alami. Kemudian bagi Anda yang memiliki kebiasaan mendengkur saat tidur, ini juga ternyata menjadi gejala sleep apnea yang bisa menurunkan kadar kolesterol.

Hasil riset yang dirilis dalam The Journal of Sexual Medicine mengungkapkan, hormon testosteron naik saat Anda tidur, tapi menurun saat Anda mendengkur. Riset tersebut juga menemukan fakta, dari 401 pria yang mendapatkan tes untuk sleep apnea, 70 persen juga mengalami disfungsi ereksi.

Untuk mengurangi sleep apnea, Anda bisa melakukan sleep study dan mendapatkan perawatan untuk mengurangi gejala tersebut. Segera konsultasikan dengan dokter Anda. Apabila Anda memiliki masalah kesehatan dan harus mengonsumsi obat Anda.

Selain itu, obat antidepresan, opioid, serta obat penyubur rambut, juga bisa menurunkan kadar testosteron dan menyebabkan turunnya gairah seksual. Untuk mengatasinya, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai hal ini. Dokter bisa saja akan mengurangi dosis atau mengganti jenis obat agar stamina dan gairah seksual Anda tetap terjaga. Penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes juga dapat mempengaruhi menurunnya libido.

Penyakit tersebut bisa mengganggu sistem peredaran darah dan struktur pembuluh darah manusia sehingga menyebabkan pria akan kesulitan ereksi, libido pun menurun.

Terjadinya proses penuaan yang alami juga mempengaruhi gairah seksual. Penurunan kadar testosteron akan terjadi pada usia 60 – 65 tahun. Untuk itu, tentu dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk ejakulasi. Hubungan suami isteri yang terlalu intim juga ternyata tak selamanya menjadikan hubungan Anda dan pasangan semakin harmonis dan membuat seks menjadi lebih baik.

Terlalu intim dan terlalu sering mengumbar kemesraan pada pasangan justru menjadikan gairah seksual yang terhambat dan membosankan. Jadi, ada baiknya beri jeda dan kurangi frekuensi bertemu atau berhubungan agar Anda dan pasangan merindukan momenmomen bersama dan hubungan suami isteri pun semakin bergairah.

Apapun penyebabnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk kembali meningkatkan gairah seksual Anda. Menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga teratur, konsumsi makanan sehat, menghindari stres dan tidur yang cukup bisa menjadi langkah awal untuk dimulai.

Jika dibutuhkan, terapi testosteron juga bisa dilakukan untuk kembali meningkatkan libido. Yang juga tak kalah penting adalah komunikasi yang baik dengan pasangan Anda. (Suci Yulianita)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.