Minggu, 7 Juni 20

Forum Parlemen Dunia Kutuk Genosida Rohingya, India Marah

Forum Parlemen Dunia Kutuk Genosida Rohingya, India Marah
* Sumitra Mahajan

Kecaman atas aksi pembersihan etnis Muslim Rohingya yang dilakukan pemerintah Myanmar, di akhir sidang Sidang Parlemen Dunia Pembangunan Berkelanjutan, SDGs di Bali, memicu kemarahan India.

IRNA (8/9) melaporkan, pertemuan dua hari Sidang Parlemen Dunia Pembangunan Berkelanjutan, SDGs di Bali, Indonesia dihadiri oleh perwakilan 47 negara dunia dan ditutup hari Kamis (7/9) petang dengan mengeluarkan pernyataan bersama.

Para peserta acara mengecam kejahatan kemanusiaan yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap Muslimin Rohingya dan menuntut agar aksi genosida itu segera diakhiri.

Delegasi parlemen India melakukan walk out setelah mendengar pernyataan bersama yang dinilainya terlampau keras dalam mengutuk kejahatan pemerintah Myanmar yang melakukan pembunuhan massal terhadap Muslimin Rohingya.

Sumitra Mahajan adalah Ketua Delegasi parlemen India dalam Sidang Parlemen Dunia Pembangunan Berkelanjutan, SDGs di Bali.

Sejak dua pekan lalu, gelombang baru serangan militer Myanmar atas Muslimin Rohingya dimulai dan hingga kini PBB mengumumkan, 300 ribu Muslim Rohingya terpaksa mengungsi.

Sampai saat ini, sedikitnya 150 desa Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine habis dibakar.

Muslim Rohingya

Kejahatan Militer Myanmar Serupa Israel
Dewan Politik Bersama Hizbullah dan Gerakan Amal, Lebanon menyebut kejahatan-kejahatan yang dilakukan terhadap Muslimin Rohingya di negara bagian Rakhine, barat Myanmar, serupa dengan kejahatan-kejahatan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Kantor berita Rasa (8/9) melaporkan, Dewan Politik Bersama Hizbullah dan Gerakan Amal, Lebanon, Kamis (7/9) mengutuk kejahatan-kejahatan brutal pemerintah Myanmar terhadap Muslimin Rohingya.

“Di antara faktor paling mendasar yang urgen untuk memperkokoh nilai-nilai kemanusiaan adalah dukungan terhadap kaum tertindas dunia yang terhindar dari diskriminasi ras dan agama,” ujarnya.

Dewan Politik Bersama Hizbullah dan Amal memperingatkan berlanjutnya tragedi kemanusiaan di Rakhine, Myanmar dan mengajak seluruh negara Arab dan Muslim, masyarakat internasional dan lembaga-lembaga hukum dunia untuk menekan pemerintah dan militer Myanmar.

Syeikh Ali Yassin, Ketua Dewan Ulama Sour, Lebanon dalam pertemuannya dengan Dewan Islam Palestina, menilai diamnya masyarakat internasional menyaksikan pembunuhan Muslimin Rohingya adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan dan Islam.

Ia juga menekankan pentingnya langkah segera untuk menyelamatkan Muslimin Rohingya dari aksi pembunuhan keji yang dilakukan militer Myanmar.

Serangan terbaru militer Myanmar terhadap Muslimin Rohingya yang dimulai 25 Agustus 2017 lalu, menewaskan ratusan Muslim dan memaksa puluhan ribu lainnya mengungsi. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.