Sabtu, 24 Agustus 19

Forum Cibodas Prihatin Banyak Petugas KPPS Wafat Saat Pemilu 2019

Forum Cibodas Prihatin Banyak Petugas KPPS Wafat Saat Pemilu 2019
* Forum Cibodas menggelar jumpa pers di Jakarta. (Foto: Pessy/ON)

Jakarta, Obsessionnews.com – Delapan Organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Cibodas menyampaikan rasa prihatin atas jatuhnya korban petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019.

Jumlah petugas yang menjadi korban terus bertambah. Data terakhir disebutkan sebanyak 225 orang meninggal dunia dan 1.470 sakit.

Inisiator Forum Cibodas Ahmad Nawawi menyampaikan keprihatinannya dan sangat berduka. Menurutnya, dedikasi dan semangat kerja keras para korban sangat luar biasa berjuang agar pemilu berjalan dengan lancar.

“Pertama kami sangat prihatin yaa, berduka cita yang sangat mendalam bagaimana pun dedikasi dan kerja keras saudara kita itu sangat luar biasa bagaimana mereka berjuang agar pemilu menjadi lancar dan menghasilkan yang terbaik,” kata Nawawi  di Restoran Bumbu Desa di Jakarta Pusat, Jumat (26/04/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Gema Mathla’ul Anwar menuturkan, upah anggota KPPS yang minim ini harus menjadi perhatian pemerintah. Ia berharap, pemerintah merevisi agar upah yang di terima sesuai dengan standar.

”Memang sangat minim sekali imbalan atau gaji dari pemerintah dan kedepan saya pikir harus ada revisi aturan untuk bagaimana mereka yang menjadi petugas pemilu itu, diberikan standar upah yang  lumayan, termasuk ada jaminan kesehatan dan asuransi,” tuturnya.

Terkait dengan usulan e-voting yang saat ini ramai digencarkan. Nawawi menyambut baik usulan tersebut.

“Saya pikir itu ide yang sangat bagus yah, karena memang  e-voting ini seperti di Negara lain di Amerika misalnya, jam 10 pemilu jam 12 mereka sudah tau siapa yang jadi presiden siapa yang jadi legislative. Saya piker kedepan itu harus dipikirkan oleh pemerintah,” ucapnya.

Namun, ia juga menyampaikan tantangannya untuk pemerintah kedepannya. Mau dari segi insfrastruktur, jaringan internet dan masih banyak yang lain.

“Insfrastruktur menjadi tantangan tersendiri karena memang harus di pastikan prangkat elektroniknya siap, kemudian sinyal jaringan internetnya juga siap, termasuk juga harus disiapkan, tapi saya pikir, tidak menutup kemungkinan 5 tahun kedepan dari sekarang sudah dipersiapkan prangkat itu,” ujarnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.