Jumat, 3 Februari 23

Farhan Sebut Laksamana Yudo Margono Punya Sejumlah PR sebagai Panglima TNI

Farhan Sebut Laksamana Yudo Margono Punya Sejumlah PR sebagai Panglima TNI
* Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan.( Foto: Runi/nr/dpr.go.id)

Obsessionnews.com – Panglima TNI terpilih Laksamana Yudo Margono mempunyai sejumlah pekerjaan rumah (PR) di depan mata. Yudo diharapkan mampu menunaikan tugas itu meski masa jabatannya hanya sekitar satu tahun.

Baca juga:

Tanpa Voting, Komisi I DPR Setujui Pengangkatan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI

Tanpa Voting, Komisi I DPR Setujui Pengangkatan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI

Hal itu diungkapkan anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan dalam keterangan resminya seperti dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (6/12/2022).

“Ada tugas besar Panglima, itu tidak ringan. Salah satunya memenuhi¬†Minimum Essential Force¬†(MEF) 2024 dengan target 60 persen,” kata Farhan.

MEF adalah upaya memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Pemerintah pun berusaha mendukung upaya itu dengan menganggarkan Rp134,32 triliun untuk 2023.

“Soal belanja, Kementerian Pertahanan punya kemampuan itu. Tapi apakah ini bisa direncanakan dengan bai?,” ujar Farhan.

Anggota Fraksi Partai NasDem itu mencontohkan rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang hendak membeli sebuah kapal perang Fregat buatan Prancis. Kapal mahal itu juga dipakai Rusia saat menyerang Ukraina.

Namun, Ukraina berhasil menenggelamkan Fregat dengan torpedo dari kapal selamnya. Lantas, PT PAL Indonesia membuat kajian terkait hal tersebut. Hasilnya, anggaran untuk membeli sebuah Fregat bisa dipakai untuk membuat 20 kapal selam berukuran kecil.

Farhan menyebut PR lainnya adalah membuat program pertahanan terukur.

“Ada lagi masalah kesejahteraan prajurit. Tidak usah jauh-jauh, meningkatkan uang makan dari Rp7.500 per hari menjadi Rp15 ribu,” tutur Anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil)Jawa Barat I (Kota Bandung dan Kota Cimahi) ini.

Farhan mengajak seluruh pihak membayangkan fenomena tersebut. Tentara yang menjadi penjaga Tanah Air hanya menerima uang makan harian di bawah Rp10 ribu.

“Kita mesti mencari cara untuk meningkatkan (anggarannya). Kesulitannya adalah meyakinkan Kementerian Keuangan untuk mengalokasikan anggaran itu,” katanya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.