Jumat, 25 September 20

Erdogan: Ditekan AS, Turki Pantang Menyerah!

Erdogan: Ditekan AS, Turki Pantang Menyerah!
* Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump,

Presiden Turki menegaskan bahwa Ankara tidak akan menyerah dihadapan tekanan dan sanksi Amerika Serikat dan akan melewati tantangan ini.

Menurut laporan IRNA, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki hari Ahad (12/8) dalam pidatonya di Kongres Provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan di kota Trabzon, Turki menjelaskan bahwa kita menghadapi permainan politik yang mengganggu lalu kepada Amerika, Erdogan mengatakan, Ankara akan membalas tegas ancaman Washington.

“Amerika akan menerapkan apa yang bisa mereka lakukan dengan kudeta dan aksi-aksi provokator terhadap pemerintah Ankara dan kini ingin dilakukan lewat mata uang dan nama dari aksi ini secara transparan adalah perang ekonomi,” ungkap Erdogan.

“Washington dengan dolar ingin menarget Turki, tapi Ankara juga punya banyak cara untuk menarget Amerika,” tambah Erdogan.

Para pemimpin partai-partai politik Turki juga menyebut perilaku Donald Trump, Presiden Amerika Serikat terhadap Turki sebagai kesalahan besar dan menekankan bahwa kelanjutan kebijakan permusuhan Amerika terhadap Turki sebagai sekutunya di kawasan akan membuatnya kehilangan Ankara.

Donald Trump dalam pernyataan bernada ancaman terhadap Turki mengatakan, bila Ankara tidak segera membebaskan Andrew Brunson, pendeta Amerika, maka akan menghadapi sanksi penuh Amerika.

Pemerintah Turki menahan Andrew Brunson pada bulan Oktober 2016 dengan tuduhan melakukan aksi teror, spionase dan berhubungan dengan kelompok Gulen. Ia saat ini berada dalam tahanan rumah di Turki.

Ankara menilai Fethullah Gulen sebagai pelaku kudeta gagal pada 15 Juli 2016 di Turki.

Jika AS Terus Lancang, Turki Cari Sekutu Baru
Presiden Turki memperingatkan pemerintah Amerika Serikat, jika kelancangan Gedung Putih terhadap Turki terus berlanjut, maka Ankara akan mencari sekutu baru.

Surat kabar New York Times (9/8) melaporkan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam artikelnya yang dimuat New York Times berjudul “Bagaimana Turki Memandang Krisis dengan Amerika ?” menegaskan bahwa langkah sepihak Washington terhadap Ankara hanya akan merugikan kepentingan dan keamanan nasional Amerika.

Menyinggung ketidakpedulian Amerika dan kekhawatiran rakyat Turki serta penghormatan terhadap mereka, Erdogan menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir, tidak adanya pemahamanan soal partisipasi dua negara oleh Amerika, membahayakan hubungan Washington-Ankara.

Erdogan juga mengaku tidak puas dan memprotes reaksi Amerika terkait kasus Fethullah Gulen yang dituduh Ankara sebagai dalang kudeta militer 15 Juli 2016 di Turki.

Menurut keterangan Presiden Turki, rakyat negara ini berharap Amerika mengecam kudeta tersebut dan bekerjasama dengan pemerintah Ankara, namun hal ini tidak dilakukan.

Selain itu, meski kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman, namun upaya Turki untuk membawa pulang Gulen tidak pernah berhasil.

Erdogan menegaskan, jika Washington mengabaikan tuntutan-tuntutan Ankara, maka Turki akan melakukan sejumlah langkah yang diperlukan.

Amerika, katanya, harus menyingkirkan pemikiran kelirunya yang bisa merusak hubungan kedua negara. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.