Kamis, 2 Desember 21

Empat Provinsi Tergantung Kepada Sumbar

Empat Provinsi Tergantung Kepada Sumbar

Padang, Obsessionnews – Empat provinsi di Indonesia memiliki ketergantungan ke Sumatera Barat (Sumbar) dalam kebutuhan komoditas. Empat provinsi dimaksud dalah, Jambi, Bengkulu, Riau, dan Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumbar, Zaimar mengatakan, empat provinsi itu saling ketergantungan, karena saling berdekatan. Lain halnya dengan Aceh, Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung, Kepulauan Riau (Kepri) dan Bangka Belitung (Babel). Lima provinsi ini sudah saling berjarak.

“Empat provinsi diatas saling berdekatan sedangkan, Aceh, Sumsel, Lampung, Kepri dan Babel, menjalin perdagangan antar provinsi terdekat pula,” kata Zaimar disela-sela bazar yang digelar Disperindag Sumbar, Selasa (14/6).

Perdagangan antar provinsi yang saling ketergantungan ini utamanya memasok beras, serta juga ada telur, ayam dan minyak goreng. Seperti Sumbar ke Jambi. Demikian juga dari Sumbar ke Bengkulu dan Riau. Namun ke Riau ditambah komoditas cabe merah, telur, ayam, sayur mayur, ikan, dan buah-buahan.

“Jadi Sumbar itu banyak membawa beras nya ke Jambi, Bengkulu dan Raiau. Selabiknya daerah itu, tidak ada yang melakukan perdagangan ke Sumbar,” ujarnya.

Ke Sumbar juga tidak jauh beda, namun permintaan terhadap ikan dari Sumut tidak ada.

“Intinya, hanya dari Sumbar yang memasok barang komuditasnya ke provinsi di Sumatera ini, dan provinsi lainnya tidak memasok barangnya ke Sumbar,” sebutnya.

Zaimar mengatakan, Sumbar mengirim barang-barang komoditas ke empat provinsi tetangga sudah rutin dilakukan. Namun, para sopir sering mengeluh karena ada pemalakan di jalan atau dikenal dengan biaya tidak resmi.

“Kita sering menerima keluhan dari sopir truk. Meminta-meminta uang di jalanan itu yang membuat tidak nyaman meskipun kondisi infrastruktur jalan sudah cukup baik. Jika ada transportasi massal yakni kereta api akan semakin bagus,” harap Zaimar.

Terkait harga di pasaran, menurut Zaimar tidak lepas dari biaya pengiriman berikut biaya angkut ke gudang. Diharapkan komodtas Sumatera yang tengah dirancang, bisa mengatasi biaya pengiriman barang yang dilakukan selama ini dengan menggunakan truk, bisa lebih murah jika menggunakan kereta api.

Nilai ekonomis setelah konektivitas Sumatera difungsikan, perekonomian di Sumbar akan bisa lebih baik dan harga kebutuhan di pasar bisa lebih murah. (Musthafa Ritonga/@alisakiah73)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.