Rabu, 17 Agustus 22

Emil: Jutaan Warga Jabar Beralih Dukung Jokowi

Emil: Jutaan Warga Jabar Beralih Dukung Jokowi
* Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto Humas Jabar)

Bandung, Obsessionnews.com – Dewan Pengarah Teritorial Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ridwan Kamil, mengaku jutaan warga Jawa Barat kini sudah beralih mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Hal ini, kata dia, terbukti dengan meningkatnya elektabilitas pasangan tersebut.

“Ini mengindikasikan berarti ada 4 jutaan warga yang dulu tidak memilih (Jokowi) sudah balik kanan. Meyakini kepada 01,” kata Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil saat bertemu dengan Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto di sela-sela safari kebangsaan di Bandung, Jumat (22/2/2019).

Gubernur Jawa Barat ini mengatakan, jutaan pemilih itu merupakan pemilih yang sebelumnya memberikan suara mereka kepada calon presiden Prabowo Subianto pada pemilu 2014 lalu.

Emil menambahkan, peralihan dukungan itu telah mengimbangi atau bahkan mengejar ketertinggalan suara Jokowi sebesar 20 persen pada pemilu 2014.

Menurutnya, hasil itu didukung dengan hasil sejumlah lembaga survei yang mendapati tingkat keterpilihan 01 melebihi paslon 02 di Jawa Barat saat ini. Kendati demikian, dia enggan memerinci peralihan dukungan ini terjadi di wilayah mana saja.

“Tapi tentu keyakinannya harus kita buktikan secara faktual nanti di hari pencoblosa nanti,” kata mantan kader Gerindra itu.

Hasil survei yang dilakukan Indopolling Network menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf telah menyalip Prabowo-Sandiaga di Jawa Barat. Tingkat keterpilihan capres Prabowo hanya meraih 37,9 persen atau tertinggal sekitar empat persen dari capres Joko Widodo yang meraih 41,7 persen.

Pada Pemilu 2014, Jokowi-Jusuf Kalla mengalami kekalahan suara di Jabar dengan perolehan 40,22 persen. Sementara Prabowo-Hatta Rajasa mendulang 59,78 persen suara.

Kendati demikian, hasil survei Indopolling Network masih mendapati kekalahan suara bagi paslon 01 di Jabar Selatan dengan suara 40 persen. Prabowo unggul dengan suara 50 persen dan sisanya tidak menjawab.

Sedangkan di Jabar bagian barat, tengah, dan utara masih menjadi area pertempuran karena selisihnya tipis dan jumlah pemilih yang banyak. Hasil survei di Jabar bagian tengah yakni Jokowi 41,9 persen dan Prabowo 41,2 persen. Di Jabar bagian utara, yaitu Jokowi 35 persen dan 30,7 persen, sedangkan di Jabar bagian barat Jokowi 40 persen dan Prabowo 39 persen.

Hasto Kristiyanto mengungkapkan, peralihan suara itu tak lepas dari kerjasama partai-partai pendukung paslon 01 yang tergabung di Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Dia melanjutkan, perubahan tingkat keterpilihan itu juga dipengaruhi pergerakan tokoh semisal Ridwan Kamil, Agum Gumelar, Solikhin, Deddy Mizwar, TB Hasanuddin hingga Dedi Mulyadi.

Hasto juga tak menampik pengaruh Ma’ruf Amin memberikan dampak terhadap elektabilitas tersebut. Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, suara Jokowi pada Pemilu 2014 lalu di Jawa Barat sempat terkikis isu SARA.

“Sosok Ma’ruf Amin sebagai ketua MUI, itu betul betul menjadi pegangan masyarakat Jawa Barat sebagai sosok pengayom,” katanya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.