Kamis, 20 Januari 22

Elektabilitas Airlangga Tinggi, Ini Bukti Rakyat Idamkan Penerus Jokowi

Elektabilitas Airlangga Tinggi, Ini Bukti Rakyat Idamkan Penerus Jokowi
* Airlangga Hartarto. (Foto: Jabarekspres.com)

Jakarta, obsessionnews.com – Hasil survei Timur Barat Research Center (TBRC) yang terbaru mencatatkan penilaian masyarakat terkait tokoh bakal calon presiden (Capres) 2024-2029 yang didasarkan memiliki pengalaman di Pemerintahan 84,6 % , didasarkan pada pengalaman di Legislative 74,8 %.

Direktur Eksekutive TBRC Yohanes Romeo mengatakan, didasarkan kemampuan dan prestasi saat menjabat di pemerintahan dan legislative 70,3%, didasarkan pada pengalaman berorganisasi dan memimpin organisasi politik 59,6%.

Yohanes menilai, tingkat elektabilitas tokoh didasarkan pada empat ukuran perilaku spesifik & aspek kepemimpinan transformasional untuk bakal Presiden RI ke-8 yang dipilih masyarakat (Responden) dengan simulasi nama-nama tokoh yang di sodorkan pada responden maka hasil survei menunjukan tingkat elektabilitas tokoh didasarkan pada empat ukuran tersebut adalah Airlangga Hartarto sebanyak 17,20%, dan selanjutnya Prabowo Subianto yang dipilih oleh 14,20% responden.

“Pada posisi ketiga ada nama Ganjar Pranowo yang dipilih oleh 10,70% responden diikuti oleh Muldoko yang dipilih oleh 5,20% responden, dan Agus Harimurti Yudhoyono yang dipilih oleh 4,90% responden Puan Maharani yang dipilih oleh 4,70% responden dan Gatot Nurmantyo yang juga dipilih oleh 4,20% responden,” ujar Yohanes dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Capres Sipil Lebih Diminati Publik, Airlangga Teratas

Selanjutnya ada nama Anies Baswedan yang dipilih oleh 3,40% responden, Muhaimin Iskandar yang dipilih oleh 2,70% responden, Sri Mulyani yang dipilih oleh 2,60% responden, La Nyalla Mattalitti yang dipilih oleh 2,10% responden, Ridwan Kamil dipilih oleh 1,90% responden , Tri Rismaharini yang dipilih oleh 1,70% responden.

Sandiaga Uno yang dipilih 1,60% responden Selanjutnya ada nama Erick Thohir 1,40%, dan terakhir ada nama Khofifah Indar Parawangsa yang dipilih oleh 1,20% responden Responden sedangkan yang belum memilih ada 20,30% responden.

Sementara itu, tingkat elektabilitas tokoh bakal Capres 2024 didasarkan pada faktor pengalaman, kemampuan dan prestasi dengan simulasi nama-nama tokoh yang di sodorkan di dalam kuisioner pada responden lagi lagi Airlangga Hartarto sebanyak 20,80%, dan selanjutnya Prabowo Subianto yang dipilih oleh 15,70% responden.

Pada posisi ketiga ada nama Ganjar Pranowo yang dipilih oleh 13,80% responden diikuti oleh Anies Baswedan yang dipilih oleh 6,40% dan Gatot Nurmantyo yang dipilih oleh 6,10% dan Puan Maharani yang dipilih oleh 4,90% responden.

Baca juga: Airlangga: Insya Allah, Kita Bisa Kendalikan Laju Penularan Covid-19

Selanjutnya ada nama Muldoko yang dipilih oleh 4,10% responden, Sri Mulyani yang dipilih oleh 2,80%, Tri Rismaharini yang dipilih oleh 1,70% responden, La Nyalla Mattalitti yang dipilih oleh 1,70%. Selanjutnya ada nama responden dengan responden. Ridwan Kamil dipilih oleh 1,90% responden dan Agus Harimurti Yudhoyono yang juga dipilih oleh 1,90% responden.

Selanjutnya ada nama Khofifah Indar Parawangsa yang dipilih oleh 1,20% responden dan Muhaimin Iskandar yang dipilih oleh 2,20% Responden, Sandiaga Uno yang dipilih 1,60% responden dan Erick Thohir yang dipilih 1,40% responden sedangkan yang belum memilih ada 11,80% responden.

Pengamat politik dari Al Azhar, Ujang Komaruddin menilai meningkatkan elektabilitas Airlangga, maka akan muncul ancaman dari pihak yang ingin menjenggal Airlangga sebagai capres 2024.

“Ancaman negatif terhadap Airlangga itu muncul karena elektabilitas Airlangga semakin tinggi, dan banyak lawan politik yang ingin mengambil kesempatan tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Airlangga Tertinggi untuk Kriteria Kepemimpinan Nasional yang Diinginkan Masyarakat

Selain itu, kinerja Airlangga saat ini sudah cukup sebagai modal Airlangga menjadi capres 2024. “Dan bisa saja jadi modal untuk persiapan nyapres. Karena seorang capres itu salah satunya akan dilihat dari kinerjanya,” ungkapnya.

Hasil survei ini juga ditanggapi oleh Ketua Umum Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia, Manskur bahwa tidak dipungkiri kinerja Airlangga dalam memulihkan ekonomi dan keberpihakan pada petani sawit sangat jelas serta memberikan dampak kesejahteraan bagi petani sawit.

“Sehingga sangat pantas kalau Airlangga itu memiliki tingkat keterpilihan yang tertinggi diantara para tokoh bakal capres, karena rakyat enga butuh pemimpin pencitraan rakyat butuh kejelasan aja dan yang pasti pasti saja,” ucapnya.

Elektabilitas Golkar Meningkat

TBRC juga melakukan survei terkait terhadap partai politik (parpol) dan tokoh-tokoh bakal Capres 2024 pasca dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo pilihan masyarakat.

Yohanes mengatakan, hasil penelitian survei menyatakan kepercayaan masyarakat terhadap parpol saat ini sangat rendah, karena hanya 15,7persen responden sedang yang menilai parpol memiliki kinerja yang baik, sisanya sebanyak 84,3 persen menilai sebaliknya.

Menurut dia, ukungan terhadap parpol sangat rendah dengan alasan dari 84,3 persen menyatakan bahwa partai politik bukanlah institusi yang menjadi saluran buat aspirasi publik ke pemerintah, tetapi partai politik lebih menjadi alat buat elit-elit politik untuk mencapai kekuasaaan dan menguasai sumber daya alam dan sumber ekonomi yang ada dan banyak kader parpol cenderung melakukan korupsi.

“Dari hasil temuan survei Parpol yang paling sukses dekat dengan masyarakat sekaligus memiliki kemampuan untuk berada mengarahkan kebijakan negara sesuai kehendak masyarakat adalah Partai Golkar di mana 81,9 persen responden menyatakan Golkar merupakan Parpol yang sukses dekat dengan masyarakat kemudian disusul oleh persen,” ujarnya.

PDI Perjuangan 79,7 persen, Nasdem 72,8 persen, PKB 68,4 persen, PPP 64,8 persen, Gerindra 50,6persen, PAN 52,9 persen, PKS 47,8 persen, Demokrat 40,3 persen.

Sedangkan tingkat elektabilitas parpol (top of mind) dari hasil survei tingkat preferensi pilihan responden terhadap parpol jika pemilu legislative di gelar hari ini dengn simulasi pertanyaan top of mind atau terbuka maka hasilnya sebanyak 14,9 persen memilih PDI Perjuangan disusul Golkar 14,6 persen, Gerindra 14,6 persen, Demokrat 3,9 persen, PKB 6,8 persen,Nasdem 4,8 persen , PKS 5,1 persen ,PPP 1,6 persen, PAN 3,9 persen dan Gabungan Partai Politik lainnya 4,9 persen. (Sementara) yang belum menjawab 25,10 persen.

Dia menjelaskan, tingkat Elektabilitas Parpol (Pertanyaan Mengunakan Kuisioner Hasil Survei tentang tingkat pilihan responden terhadap parpol dalam simulasi survei semiterbuka dengan menyodorkan nama parpol.

“Maka hasilnya PDI-Perjuangan tetap teratas dengan 17,7 persen dan disusul Partai Golkar 17,6 persen,Partai Gerindra 16,9 persen,Partai Demokrat 5,1 persen, PKB 7,4 persen, Nasdem 4,7 persen, PKS 6,8 persen, PPP 1,7 persen, PAN 4,2 persen dan gabungan partai partai lainnya tetal dibawah 6,7 persen dan belum memilih sebanyak 11,2 persen,” ucapnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.