Sabtu, 23 Februari 19

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,18, Tertinggi di Era Jokowi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,18, Tertinggi di Era Jokowi
* Jokowi blusukan ke pasar mengecek harga-harga bahan pokok. (Foto IG Jokowi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertumbuhan ekonomi cukup bagus. Badan Pusat Statistik atau BPS menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2018, tumbuh sebesar 5,18 persen dari tahun ke tahun atau year on year (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal sebelumnya yang mencapai 5,17 persen.

Adapun pertumbuhan dari kuartal ke kuartal (q to q), ekonomi Indonesia pada periode tersebut cenderung turun mencapai minus 1,69 persen. Sementara itu, secara kumulatif atau sepanjang 2018, pertumbuhan ekonomi juga masih tumbuh mencapai 5,17 persen atau naik dibanding posisi di 2017 yang 5,07 persen

Kepala BPS, Suhariyanto menjelaskan, angka itu berada dilevel tertinggi sejak 2014. Lantaran, posisi pertumbuhan ekonomi di 2014 sebesar 5,01 persen, kemudian melambat menjadi 4,88 persen di 2015, dan kembali tumbuh di 2016 dan 2017, yang masing-masing sebesar 5,03 dan 5,07 persen.

“Bisa dilihat, 5,17 persen ini menunjukkan tren yang bagus sekali. Kita lihat dari 2014 ke 2015 turun, kemudian meningkat, dan terbaik sejak 2014. Kami harap, ke depan akan banyak kebijakan yang dilakukan, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih bagus lagi,” kata dia, saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik tersebut menurutnya sangat positif jika dibandingkan dengan kondisi perekonomian global yang tidak menentu dan harga-harga komoditas yang fluktuatif sepanjang 2018.

Hal itu sambungnya, tergambar dari pertumbuhan ekonomi negara-negara mitra dagang utama Indonesia, yang cenderung melambat.

Ia membandingkan pertumbuhan ekonomi China, sebagai mitra dagang utama Indonesia dengan share ekspor mencapai 14,5 persen, hanya mampu tumbuh 6,4 persen di kuartal IV-2018. Sementara itu, di kuartal sebelumnya mencapai 6,5 persen.

Adapun, untuk Amerika Serikat, yang menjadi pangsa ekspor ke dua Indonesia atau sebesar 11 persen, pada kuartal IV-2018, diperkirakan stagnan diposisi tiga persen dibanding kuartal sebelumnya yang juga sebesar tiga persen.

Kemudian, Jepang di kuartal IV-2018, meski lebih bagus karena di kuartal III-2018, hanya tumbuh 0,1 persen saat ini mampu tumbuh 0,6 persen dengan pangsa ekspor Indonesia ke negara tersebut sebesar 9,4 persen.

Sementara itu, Singapura yang menjadi pangsa ekspor Indonesia sebesar 5,74 persen hanya mampu tumbuh dari 2,2 persen dibanding kuartal sebelumnya sebesar 2,3 persen.

“Di tengah pertumbuhan ekonomi global yang tidak menentu dan harga-harga komoditas yang tidak bagus dan masih fluktuatif, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,18 persen ini capaian yang cukup menggembirakan,” tegas dia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.