Jumat, 18 Juni 21

Dukung Kedaulatan Pangan, Kementerian PUPR Genjot Pembangunan Bendungan Manikin di Kupang

Dukung Kedaulatan Pangan, Kementerian PUPR Genjot Pembangunan Bendungan Manikin di Kupang
* Pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, obsessionnews.com  – Sebagai upaya mendukung program kedaulatan pangan dan ketahanan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang pada 2018 dan Rotiklot di Kabupaten Belu pada  2019. Selanjutnya saat ini tengah digenjot pembangunan Bendungan Manikin yang juga diproyeksikan dapat  memenuhi kebutuhan irigasi pertanian masyarakat di Kabupaten Kupang.

 

Baca juga: 

Menteri PUPR Minta Pembangunan Bendungan Napun Gete Cepat Selesai

Pastikan Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Bendungan Berjalan Baik, BPN Lakukan Evaluasi

Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PUPR Akan Bangun Bendungan Sepaku Semoi

 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.

“Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat, karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Basuki  seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Senin (8/2/2021).

Konstruksi Bendungan Manikin mulai dikerjakan pada 2019 melalui 2 paket pekerjaan senilai Rp 2 triliun. Paket I progres konstruksinya hingga 31 Januari 2021 mencapai 19% dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 1,02 triliun.

Sementara untuk Paket II senilai Rp 905,2 miliar dilaksanakan oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk-PT Ashfri Putralora-PT Minarta Dutahutama (KSO) dengan  progres fisik 26,46% atau lebih cepat dari rencana 25,2%. Selain bendung utama, pekerjaan yang tengah dilaksanakan saat ini adalah penyelesaian pekerjaan Jalan akses Tilong-Baumata sepanjang 7,4 Km dan akses utama menuju Baumata-Bangunan Fasilitas sepanjang 1,2 Km.

Secara administrasi Bendungan Manikin berada di Desa Kuaklalo yang berbatasan dengan Desa Bokong di  Kecamatan Taebenu. Sumber air bendungan berasal dari Sungai Manikin dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 49,31 Km2. Bendungan Manikin didesain dengan Tipe Urugan Random Batu Gamping dengan Inti Tegak yang memiliki kapasitas tampung 28,20 juta m3 dan luas genangan normal 148,7 Ha.

Bendungan ini direncanakan dapat memenuhi kebutuhan irigasi pertanian seluas 310 Hektar (Ha) di Kabupaten Kupang. Selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 700 liter/detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar  0,125 MW, pengendalian banjir di Dataran Manikin 531,70 m3/detik, dan potensi pariwisata.

Selain Bendungan Manikin, di Provinsi NTT juga dibangun 4 bendungan lainnya yakni Napun Gete di Kabupaten Sikka yang saat ini progres konstruksinya sudah 98%, Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, dan Welekis di Kabupaten Belu. Selama masa Pandemi COVID-19, pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan dan tenaga kerja konstruksi beserta kegiatan yang mengikutinya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.