Selasa, 26 Oktober 21

DPR Dukung Pengembangan Listrik dari Energi Panas Bumi

DPR Dukung Pengembangan Listrik dari Energi Panas Bumi
* Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam saat kunjungan kerja ke Dieng.

Wonosobo, Obsessionnews.com
Komisi VII DPR RI meninjau operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik PT Geo Dipa Energi (Persero) di Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (30/11) kemarin. Peninjauan ini dalam rangka kunjungan kerja spesifik yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam selaku Ketua Tim.

Dalam sambutannya pada acara tersebut Ridwan menyampaikan DPR, dalam hal ini Komisi VII, sangat memberikan perhatian terkait pengembangan energi baru dan terbarukan di tanah air.

Mengingat sumber energi panas bumi sebagai energi terbarukan dapat menggantikan peran energi fosil yang cadangannya terus menurun dari waktu ke waktu. Sementara pada saat yang sama, wilayah Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia.

“Jika kita bisa mengoptimalkan potensi panas bumi ini sebagai sumber energi listrik, maka hal ini sejalan dengan tujuan kita untuk mencapai kemandirian energi nasional,” tegas Ridwan.

Selain itu, lanjut Ridwan, energi panas bumi adalah energi bersih yang bebas polusi, sehingga secara otomatis juga menjalankan UU tentang ratifikasi kesepakatan Paris (Paris Agreement) yang sudah di tanda tangani oleh Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu.

Sebagaimana diketahui, sesuai Paris Agreement, Indonesia sudah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% tahun 2030. Kemudian dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN), bahwa tahun 2025, harus mencapai bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar minimal 23%.

Dalam kunjungan tersebut hadir para anggota DPR RI Komisi VII, Dirjen EBTKE dan Dirjen Gatrik KESDM, Direktur PLN Regional Bisnis Jawa Bagian Barat serta Dirut PT Geo Dipa Energi beserta jajarannya, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Wakil Bupati Wonosobo.

Dari dialog dengan PT Geo Dipa Energi selaku operator dan pemilik PLTP Dieng didapatkan informasi bahwa saat ini mereka sedang menyiapkan proyek pengembangan untuk Unit II dan III yang akan dimulai konstruksi tahun 2020.

Proyek ini masing-masing berkapasitas 55 MW. Bank Pembangunan Asia (ADB) telah memberikan komitmen pinjaman USD 300 juta untuk membantu pendanaan proyek unit I dan II.

Cadangan panas bumi di Kawasan Dieng dapat menghasilkan listrik sebesar 400 MW. Kapasitas produksi listrik Unit I saat ini sedang dioptimasi dari 35 MW hingga 50 MW. Bahkan diusahakan bisa 50 hingga 60 MW. Produksi listriknya langsung masuk ke transmisi sistem Jawa Madura Bali (Jamali).

Kendala yang dihadapi di PLTP unit Dieng antara lain kandungan pasir silika yang tinggi di dalam sumur panas bumi, sehingga mengganggu aliran panas bumi ke turbin. Namun demikian, PT Geo Dipa Energi terus melakukan terobosan untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Selain mengoperasikan PLTP Unit Dieng, perusahaan BUMN ini juga menjadi operator dan pemilik PLTP Patuha di Jawa Barat. PT Geo Dipa Energi adalah BUMN di bawah Kementerian Keuangan dengan prosentasi saham 96,7 milik Pemerintah cq Kementerian Keuangan dan 6,3 saham PT PLN (Persero). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.