Minggu, 25 September 22

Dorong Pertumbuhan Perusahaan Start-up Gojek Gandeng UI

Dorong Pertumbuhan Perusahaan Start-up Gojek Gandeng UI
* Kerja sama Gojek dengan UI untuk mendorong pertumbuhan perusahaan start-up. (Foto: Dok Gojek)

Jakarta, Obsessionnews.comGojek berkomitmen mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan (start-up) lokal yang mampu menciptakan inovasi dan bersaing di ranah global dengan menjadi partner eksklusif program akselerator Universitas Indonesia (UI) Works.

Program Akselerator UI Works ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan ekosistem start-up yang kuat di Indonesia yang berdampak sosial serta menjadi solusi nyata bagi berbagai permasalahan bangsa.

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita menjelaskan, tantangan bagi para pemain start-up tidak hanya terkait pendanaan, tetapi juga bagaimana menciptakan skalabilitas hingga bisa bertumbuh dengan cepat dan berkesinambungan.

“Melalui kerja sama dengan UI Works ini, kami ingin mengakselerasi pertumbuhan perusahaan start-up lokal supaya mereka bisa menjadi start-up yang unggul dan bisa menjadi pemain global,” ujar Nila dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Senin (19/8/2019).

Dukungan Gojek pada program akselerator UI Works kali ini adalah mentoring dan pembekalan materi serta ilmu pengetahuan langsung dari Founder and Global CEO Gojek Nadiem Makarim, kepada 15 perusahaan startup lokal yang telah dikurasi UI Works, dari kalangan sivitas akademika UI dan umum.

“Selain itu para peserta UI Works juga berkesempatan untuk berkunjung ke kantor Gojek dan merasakan langsung suasana bekerja di perusahaan start-up kelas dunia,” ungkap Nila.

Berkaca dari pengalaman Gojek, pembekalan seperti yang dilakukan UI Works bisa mempersiapkan para founder untuk siap menghadapi berbagai tantangan. Untuk menyusun strategi bisnis berkesinambungan bagi sebuah perusahaan rintisan, pihaknya harus berani melakukan eksperimen akan produk dan layanan yang ditawarkan.

“Tak jarang dalam proses pembangunan bisnis kita menemukan kegagalan, yang penting adalah bagaimana kita belajar dari kegagalan tersebut dan terus mencari formula yang tepat. Pengetahuan semacam ini penting didapatkan dengan memetik dan ilmu dari orang-orang yang telah berpengalaman dalam mendirikan dan mengembangkan bisnis start-upnya,” jelas Nila.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit-Unit Usaha (DPPU) UI Nia Ayu Ismaniati menyambut positif dukungan dan partisipasi Gojek dalam menyukseskan UI Works. Menurutnya, kehadiran Gojek sebagai perusahaan Indonesia yang telah mencapai startup decacorn, mampu memberikan inspirasi kepada para peserta yang merintis perusahaan baru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka di bidang teknologi.

“Kami senang dapat kembali berkolaborasi dengan Gojek pada program UI Works ini,” ujarnya.

Selain berbagi pengalaman dan inspirasi, lanjut Nia, UI berharap pihak Gojek dapat memberikan masukan bagi para peserta dalam menyusun rencana pengembangan usaha yang lebih matang untuk nanti demo day dihadapan para mitra investor.

“Exposure melalui jaringan yang dimiliki Gojek juga akan sangat membantu para peserta untuk dapat dikenal oleh lebih banyak orang dan menemukan atau ditemukan oleh calon mitra bisnis atau pemilik sumber daya yang dibutuhkan peserta untuk scale up,” ungkap Nia.

Seperti diketahui, hasil riset Google dan Temasek bertajuk e-Conomy SEA 2018 menunjukkan ekonomi digital akan diprediksi mencapai US$240 miliar pada tahun 2025 di mana tahun ini sudah mencapai US$72 miliar.

Sementara itu, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan paling cepat dan ukuran pasar paling besar di Asia Tenggara dengan kontribusi mencapai US$100 miliar pada 2025. Potensi besar ini lah yang harus dimanfaatkan oleh para pebisnis start up lokal untuk bisa menjadi pemain utama industri digital Indonesia, dan menempatkan negara ini sebagai pusat teknologi Asia Tenggara. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.