Selasa, 29 November 22

Dompet Dhuafa Award, Penghargaan Pemberdayaan & Kemandirian Masyarakat

Dompet Dhuafa Award, Penghargaan Pemberdayaan & Kemandirian Masyarakat

Jakarta – Auditorium TVRI pada Jumat malam (21/8), tampak meriah. Tokoh-tokoh dari berbagai sektor hadir dalam malam penghargaan Dompet Dhuafa Award. Penghargaan yang bertema “Bersama, Berkarya, Berdaya: Inspirasi Indonesia”ini diberikan kepada sejumlah tokoh yang telah dipilih oleh tim juri yang terdiri dari Erna Witoelar (praktisi), Azyumardi Azra (akademisi), dan Ahmad Juwaini (Presiden Direktur Dompet Dhuafa).

“DD award adalah apresiasi dan penghargaan terhadap orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Tujuannya mengajak publik memberikan apresiasi kepada orang-orang yang beperan terhadap pemberdayaan di berbagai sektor dan meningkatkan perhatian publik bahhwa dengan memilki peran penting bahwa siapapun memiliki peran penting terhadap pemberdayaan di berbagai bidang,” jelas Erna Witoelar, Ketua Dewan Juri Dompet Dhuafa Award 2015.

DDawards 2015 bidang pendidikan

Pada penghargaan yang telah lima kali diselenggarakan ini dewan juri memilih sembilan tokoh (termasuk lifetime achievment) tokoh yang melakukan pemberdayaan pada masyarakat serta memiliki dampak nyata dan signifikan terhadap kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Tokoh-tokoh tersebut adalah Umi Anis untuk kategori ekonomi, Habib Nadjar Buduha untuk kategori lingkungan, Hasanudin untuk kategori pendidikan, Zaidul Akbar untuk kategori kesehatan, Tengku Usman Abdullah untuk kategori kemanusiaan, Hijabers Community untuk kategori dakwah, Ricky Elson untuk kategori sains dan teknologi, program animasi Adit Sapo Jarwo di MNC TV, dan Ferrasta Soebardi alias Pepeng untuk Lifetime Achievement.

“Ajang ini juga bertujuan meningkatkan perhatian publik bahwa siapapun memiliki peran penting dalam pemberdayaan di berbagai bidang. Seperti Pak Hasanudin, penerima penghargaan kategori Pendidikan. Meski mengalami keterbatasan fisik di bagian kedua tangan dan kakinya, semangatnya menebar manfaat, dengan mendedikasikan diri menjadi seorang guru di Sumenep seolah tak pernah padam,” kata Ahmad.

umi anis DD awards 2015

Tokoh-tokoh tersebut memberikan inspirasi kepada masyarakat bahwa pemberdayaan kepada sesama bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Mereka, dengan segala keterbatasan baik fisik maupun materi, mau memikirkan sesuatu agar berdaya bersama. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan tokoh teladan.

“Malam hari ini kita memperingati sebuah keisitimewaan bahwa hari ini kita masih bisa menyaksikan orang-orang, pribadi-pribadi, relawan-relawan, orang yang terpanggil untuk mengabdi dalam bidang kemanusiaan. Saya berterima kasih kepada donatur, mitra kerja, siapa saja, dan semua yang terlibat dalam bidang kemanusiaan sebagai ibadah Allah SWT,” Parhi Hadi, Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa.

“Mudah-mudahan usaha ini, upaya ini, terus berkembang, terus berjalan, dan kami semua diberi kekuatan untuk menjalani tugas ini bersama-sama. Negeri ini negeri yang kaya, kata orang, tetapi tidak pantas banyak orang menderita. Mengapa? Mari, jawabnya, kita teguhkan dalam hati kita masing-masing. Mari bersama bergandeng tangan membangun Indonesia, membangun kemanusiaan!” paparnya bersemangat. (Ali)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.