Dituding Prabowo Sebagai Menteri Pencetak Utang, Ini Respons Sri Mulyani

Dituding Prabowo Sebagai Menteri Pencetak Utang, Ini Respons Sri Mulyani

Jakarta, Obsessionnews.com – Prabowo Subianto melancarkan kritik pedas terkait utang pemerintah. Capres nomor urut 02 ini mengungkapkan, utang pemerintah saat ini menumpuk terus.

Bahkan Ketua Umum Partai Gerinda ini menegaskan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang.

“Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain,” tuturnya dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2019).

Baca juga:

Dihina Prabowo, Ini Prestasi Cemerlang Menteri Keuangan Sri Mulyani

Tagar #PrabowoHinaKemenkeu Jadi ‘Trending Topic’ di Twitter

Tentu saja pemerintahan Jokowi, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajaran Kementerian Keuangan, tersinggung dengan kritikan Prabowo itu. Tak terima dengan tudingan yang menyakitkan tersebut, Sri merespons lewat puisi yang berjudul "Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang" di laman Facebooknya, Jumat (1/2/2019). Pantauan Obsessionnews.com Sabtu (2/2) hingga pukul 08.37 WIB status Sri itu mendapat 55.980 like, 13.621 komentar, dan dibagikan sebanyak 29.544 kali.

Tanpa menyebut nama Prabowo, dalam puisinya itu Sri secara blak-blakan apa yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Penerintah telah membangun jalan, jembatan, rumah, embung, dan lain sebagainya.

Berikut dimuat utuh puisi Sri:

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami menyelesaikanRibuan kilometer jalan raya, toll, jembatan Untuk rakyat, untuk kesejahteraanKami menyelesaikanPuluhan embung dan air bersih,bagi jutaan saudara kita yang kekeringanPuluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidiJutaan sambungan listrik untuk rakyat untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok Kami terus bekerjaMeringankan beban hidup 10 juta keluarga miskinMenyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskinMenyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malamMenyediakan jaminan, agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannyaKami tak pernah berhenti, agar472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,170.400 hektar sawah beririgasi untuk petaniJutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murahJutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiketJutaan keluarga menikmati bahan bakar murahJutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga  peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan. 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baikTriliunan rupiah tersediamembantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu

Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu. sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

Aku perempuan yang memenuhi panggilan ibu pertiwi Aku perempuan, Aku tidak surut demi kecintaanku kepada negeri,Untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia

Aku dan tujuh puluh enam ribu jajaran Kemenkeu, adalah KAMI.

KAMI TIDAK PERNAH LELAH MENCINTAI DAN MEMBANGUN INDONESIA.

Bagaimana engkau?

#KemenkeuProfesional

(arh)