Selasa, 18 Juni 19

Dituding Prabowo Sebagai Menteri Pencetak Utang, Ini Respons Sri Mulyani

Dituding Prabowo Sebagai Menteri Pencetak Utang, Ini Respons Sri Mulyani
* Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Facebook Sri Mulyani)

Jakarta, Obsessionnews.com – Prabowo Subianto melancarkan kritik pedas terkait utang pemerintah. Capres nomor urut 02 ini mengungkapkan, utang pemerintah saat ini menumpuk terus.

Bahkan Ketua Umum Partai Gerinda ini menegaskan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang.

“Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain,” tuturnya dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2019).

Baca juga:

Dihina Prabowo, Ini Prestasi Cemerlang Menteri Keuangan Sri Mulyani

Tagar #PrabowoHinaKemenkeu Jadi ‘Trending Topic’ di Twitter

Tentu saja pemerintahan Jokowi, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajaran Kementerian Keuangan, tersinggung dengan kritikan Prabowo itu. Tak terima dengan tudingan yang menyakitkan tersebut, Sri merespons lewat puisi yang berjudul “Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang” di laman Facebooknya, Jumat (1/2/2019). Pantauan Obsessionnews.com Sabtu (2/2) hingga pukul 08.37 WIB status Sri itu mendapat 55.980 like, 13.621 komentar, dan dibagikan sebanyak 29.544 kali.

Tanpa menyebut nama Prabowo, dalam puisinya itu Sri secara blak-blakan apa yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Penerintah telah membangun jalan, jembatan, rumah, embung, dan lain sebagainya.

Berikut dimuat utuh puisi Sri:

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami menyelesaikan
Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan
Untuk rakyat, untuk kesejahteraan
Kami menyelesaikan
Puluhan embung dan air bersih,
bagi jutaan saudara kita yang kekeringan
Puluhan ribu rumah,
untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidi
Jutaan sambungan listrik
untuk rakyat
untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok
Kami terus bekerja
Meringankan beban hidup
10 juta keluarga miskin
Menyediakan bantuan pangan
15 juta keluarga miskin
Menyekolahkan 20 Juta anak miskin
untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam
Menyediakan jaminan,
agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.
Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
Kami tak pernah berhenti, agar
472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan
20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar
di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.
Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,
170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani
Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah
Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket
Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah
Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga 
peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar
74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan.
8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik
Triliunan rupiah tersedia
membantu saudara kita yang terkena bencana
membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu

Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu.
sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

Aku perempuan yang memenuhi panggilan ibu pertiwi
Aku perempuan, Aku tidak surut demi kecintaanku kepada negeri,
Untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia

Aku dan tujuh puluh enam ribu jajaran Kemenkeu, adalah KAMI.

KAMI TIDAK PERNAH LELAH MENCINTAI DAN MEMBANGUN INDONESIA.

Bagaimana engkau?

#KemenkeuProfesional

(arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.