Disebut Gantikan Ignasius Jonan, Ini Profil Budi Karya Sumadi

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo dikabarkan telah menyusun daftar perombakan kabinet atau reshuffle. Rencananya, pelantikan jajaran menteri baru tersebut dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Rabu siang (27/7/2016). Salah satu pos menteri yang akan dirombak, kabarnya, adalah Menteri Perhubungan. Posisi Ignasius Jonan santer dikabarkan akan diganti oleh Budi Karya Sumadi yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Angkasa Pura II Jakarta. Sejatinya, nama Budi sudah sejak lama disebut masuk dalam daftar calon menteri. Ia bahkan sempat disebut-sebut cocok menempati posisi Menteri Perumahan Rakyat atau Menteri Pekerjaan Umum. Kiprah Budi di bidang perhubungan baru dimulai saat ia berada di Angkasa Pura II. Pria kelahiran Palembang pada 18 Desember 1956 itu sebelumnya lebih banyak berkiprah di bidang properti. Wajar jika Budi lebih banyak berkecimpung di bidang property, pasalnya ia merupakan alumni Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Salah satu karya Budi adalah kawasan Bintaro yang sukses menjadi “Kota Baru” penyangga Jakarta. Sebelum bergabung ke Angkasa Pura II, Budi merupakan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Ia juga pernah menjadi Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol sejak tahun 2004. Karir Budi sendiri dimulai pada tahun 1982 sebagai Arsitek Perencana pada Departemen Real Estate PT Pembangunan Jaya. Budi dinilai berhasil melaksanakan sejumlah mega proyek Ibu Kota Jakarta, di antaranya revitalisasi taman kota waduk pluit dan waduk Ria-Rio, penyelesaian rusunawa di Marunda, serta proyek Electronic Road Pricing (ERP). Selain di bidang usaha dan seorang profesional, dia juga pernah menjadi Ketua Persatuan Independent Golf Club Indonesia dan Pengurus KONI DKI Jakarta. Terpilihnya Budi menjadi Menteri Perhubungan, boleh jadi karena lompatan besar yang dilakukannya di PT Angkasa Pura II. Selaku pengelola Bandar Udara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II terus meningkatkan pelayanan. Satu di antaranya dengan menuntaskan pembangunan Terminal 3 Ultimate. Terminal 3 Ultimate disebut banyak pihak sebagai terminal canggih yang nantinya diharapkan bisa menjadi pesaing utama Bandara Changi, Singapura. Dengan adanya Terminal 3 Ultimate, Bandara Soetta tak hanya menjadi destinasi, tapi juga sebagai transit airport. (Fath)





























