Rabu, 26 Januari 22

Dirut PT PAL dan Dua Anak Buahnya Jadi Tersangka

Dirut PT PAL dan Dua Anak Buahnya Jadi Tersangka
* Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memaparkan barang bukti dari operasi tangkap tangan Direktur Utama PT PAL di kantornya, Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Direktur Utama PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin sebagai tersangka. Penetapan status hukum terhadap Firman ini setelah ia diperiksa sebagai 1 x 24 jam oleh penyidik.

KPK juga menetapkan Saiful Anwar selaku Direktur Keuangan dan Teknologi PT PAL Indonesia, dan Arief Cahyana selaku GM Treasury PT PAL Indonesia, serta seorang perantara suap dari perusahaan AS inc Agus Nugroho (AN).

“Setelah pemeriksaan 1 x 24 jam, KPK menaikkan status 4 orang sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (31/3/2017) malam.

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penerimaan fee sebesar 1,25 persen yang merupakan cashback dari penjualan dua Kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) dari PT PAL ke pemerintah Filipina.

Nilai kontrak penjualan kapal sekitar Rp1 triliun atau US$86,90 juta dollar. Adapun komitmen fee tersebut merupakan bagian dari hak perusahaan perantara, AS Incorporation. Perusahaan perantara ini mendapatkan fee sebesar 4,75 persen.

“Ini proyek G to G, suap tak ada kaitannya dengan pemerintah Filipina,” kata Basaria.

Atas dugaan tersebut, terhadap AN selaku pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor. Sedangkan, terhadap MFA, AC dan SAR selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan b atau pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus ini terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur. Total ada 17 orang yang ditangkap dengan barang bukti uang sebesar 25.000 dolar singapura. Dari keempat tersangka, hanya Saiful Anwar yang belum berhasil diamankan.

“SAR (Saiful Anwar) masih belum diamankan karena masih di luar negeri. Kami minta kerjasama untuk dimintai keterangannya,” tukas Basaria. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.