Kamis, 20 Januari 22

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – Suprajarto

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – Suprajarto
* Dirut BRI Suprajarto.

Tak salah jika bankir senior ini ditempatkan sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dengan jam terbang yang tinggi di dunia perbankan, Suprajarto mampu berakselerasi meningkatkan ‘speed’ kerja di BRI. Walhasil performa bank yang fokus dengan UMKM ini semakin kinclong. Ke depan, Ia menargetkan BRI menjadi “The Most Valuable Bank in South East Asia” di tahun 2022.


Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI pada 15 Maret 2017 lalu memutuskan Suprajarto menjadi Direktur Utama BRI, menggantikan Asmawi Syam yang habis masa jabatannya. Lima bulan kemudian, atau di semester pertama tahun 2017, aset Bank BRI beserta seluruh perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group mencapai Rp. 1.027,3 Triliun. Laba BRI Group tercatat Rp 13,4 triliun atau naik 10,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 12,1 triliun.

Penyaluran kredit masih menjadi salah satu pendorong kinerja positif tersebut diatas. Sampai dengan Semester I 2017, secara konsolidasi Bank BRI telah menyalurkan kredit senilai Rp 687,9 triliun atau tumbuh 11,8 persen dari penyaluran kredit di akhir Juni 2016 sebesar Rp 615,5 triliun. Dengan penyaluran kredit yang tumbuh signifikan, bank ini mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Tercatat NPL Gross BRI di semester ini 2,34 persen atau turun dibandingkan dengan NPL Gross semester I 2016 menjadi 2,39 persen.

Hingga akhir Juni 2017, penghimpunan Dana Pihak Ketiga BRI beserta perusahaan anak tercatat Rp 768 triliun atau naik 12,3 persen apabila dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2016 sebesar Rp 683,7 triliun. Dana murah berupa giro dan tabungan (CASA) mendominasi sebesar 56,09 persen dari keseluruhan total DPK.

Terkait rencana jangka panjang hingga lima tahun ke depan, BRI menargetkan bisa meraih posisi sebagai The Most Valuable Bank in South East Asia pada tahun 2022. Menurut Suprajarto, visi ini dapat dicapai, dengan memperkuat core business BRI, salah satunya melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM di Indonesia, BRI menargetkan sebanyak 80 persen portofolio penyaluran kredit BRI di tahun 2022 akan disalurkan kepada UMKM. Saat ini sendiri portofolio kredit kepada segmen UMKM di BRI mencapai 72%.

Tantangan yang dihadapi oleh perbankan saat ini dan di masa mendatang akan semakin ketat dan dinamis, terutama memasuki era distruptif saat ini. Menghadapi kondisi tersebut, Bank BRI tidak tinggal diam. Tidak dapat dipungkiri dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi, turut mendorong perkembangan fintech. Kata Suprajarto, saat ini Bank BRI tengah mengkaji beberapa kemungkinan terkait Fintech, diantaranya membentuk kerjasama strategis dengan perusahaan Fintech untuk membuat model bisnis baru BRI sehingga meningkatkan CASA dan FBI di BRI. Opsi lain, Bank BRI juga sedang mempertimbangkan untuk membentuk “Bank Digital” yang independen dan terlepas dari entitas BRI, sehingga mampu meraih segmen pasar yang selama ini belum dijangkau oleh BRI.

Sebagai agent of development, Bank BRI akan terus berkomitmen memberdayakan UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional serta turut serta dalam proyek-proyek strategis nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan. (Gia)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.