Selasa, 18 Januari 22

Dinahkodai Suprajarto BRI Tampil Meyakinkan

Dinahkodai Suprajarto BRI Tampil Meyakinkan
* Direktur Utama Bank BRI Suprajarto.

Jakarta, Obsessionnews.com – Direktur Utama (Dirut) Bank Rakyat Indonesia (BRI) di bawah kepemimpinan Suprajarto bergerak dengan dinamis. Belum lama menahkodai BRI, Suprajarto mampu membawa bank plat merah ini tampil meyakinkan.

Hal ini tercermin dari kinerja BRI selama semester I 2017, di mana bank ini meraup laba bersih sebesar Rp 13,4 triliun. Angka ini tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12,1 triliun.

Kinerja BRI yang dipaparkan dalam konferensi pers BRI di Jakarta, Kamis (3/8/2017), Suprajarto mengatakan, pertumbuhan laba perseroan didorong beberapa faktor. Salah satunya adalah pertumbuhan kredit dari penyaluran dana pihak ketiga (DPK). Faktor lainnya adalah perbaikan kualitas kredit dan fokus BRI untuk memperkuat bisnis bank transaksional sehingga meningkatkan pendapatan komisi atau fee based income (FBI).

Pada per semester I 2017, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 687,9 triliun. Angka ini tumbuh 11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 615,5 triliun.

Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross BRI per semester I 2017 tercatat sebesar 2,34 persen. Pada periode yang sama tahun lalu, NPL gross BRI tercatat sebesar 2,39 persen.

Suprajarto mengaku akan fokus menekan rasio kredit bermasalah atau NPL. Hingga semester I 2017, rasio kredit bermasalah BRI masih di bawah 3 persen.”Makanya saya mau benahi,” katanya.

Suprajarto menuturkan, sebagian besar kredit bermasalah BRI berasal dari segmen kredit ritel dan komersial, yang didominasi sektor perdagangan. Selain itu, segmen usaha kecil menengah (UKM) juga berkontribusi terhadap rasio NPL perseroan.

Oleh sebab itu, dalam sisa enam bulan ini sebelum akhir tahun 2017, pihaknya ingin fokus dalam pembenahan kredit bermasalah. Adapun upaya yang dilakukan BRI adalah dengan optimalisasi pembenahan.

Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah BRI tercatat meningkat menjadi 196,4 persen. Sebelumnya, rasio pencadangan BRI tercatat sebesar 150,7 persen. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 768 triliun, tumbuh 12,3 persen dibandingkan Rp 683,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dana murah mendominasi porsi DPK BRI, yakni sebesar 56,09 persen. Giro BRI mencatat pertumbuhan secara tahunan sebesar 17 persen menjadi Rp 130,6 triliun dan tabungan tumbuh 11,5 persen menjadi Rp 300,1 triliun. Adapun dana deposito BRI tumbuh 11,1 persen menjadi Rp 337,2 triliun. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.