Senin, 26 Oktober 20

Di Masa Pandemi Covid-19, Kemenperin Pacu Produktivitas Industri Pengolahan Daging

Di Masa Pandemi Covid-19, Kemenperin Pacu Produktivitas Industri Pengolahan Daging
* Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com – Di masa kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang memacu produktivitas industri pengolahan daging di dalam negeri agar mampu memasok kebutuhan pangan masyarakat.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengatakan, untuk memperlancar aktivitas sektor tersebut Kemenperin mengusulkan industri pengolahan daging dapat memperoleh kemudahan bahan baku dengan harga yang kompetitif.

 

Baca juga:

FOTO Tanoto Foundation Berikan Bantuan kepada Kemenperin untuk Perangi Covid-19

Majukan Kopi Nusantara di Tengah Pandemi Covid-19, Kemenparekraf dan Kemenperin Gulirkan Kampanye #SatuDalamKopi

Di Tengah Gempuran Covid-19, Kemenperin Jaga Pasar Ekspor Furnitur dan Kerajinan

 

“Agar industri pengolahan daging kita semakin produktif dan berdaya saing, kami telah mengusulkan untuk diberi akses impor bahan baku daging secara langsung dan dipisahkan antara kebutuhan industri dengan kebutuhan konsumsi,” kata Rochim dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2020).

Ia menjelaskan, saat ini masih ada permintaan produk daging olahan di pasar. Untuk itu industri pengolahan daging perlu dijaga ketersediaan stok bahan bakunya.

“Terutama untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga jelang Idul Fitri, yang diperkirakan mencapai 302,3 juta ton,” ungkapnya.

Namun, Rochim mengemukakan, industri pengolahan daging juga tengah menghadapi tantangan di tengah dampak pandemi Covid-19. Misalnya, terjadi penurunan permintaan dari pedagang makanan yang berjualan di lokasi wisata, sekolah, atau tempat umum lainnya.

“Tetapi untuk permintaan dari konsumen rumah tangga cukup meningkat karena mereka bisa membeli secara online,” tuturnya.

Rochim pun menegaskan, pihaknya telah mengimbau kepada seluruh sektor industri binaan yang saat ini masih beroperasi agar dapat mematuhi penerapan protokol kesehatan.

“Kami memandang industri pengolahan daging memiliki pola produksi yang sudah modern dan berstandar, sehingga implementasi dari protokol kesehatan ini tidak menghambat produktivitas dan operasional industri pengolahan daging,” imbuhnya.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.