Rabu, 19 Juni 19

Dhias Widhiyati Turut Andil Besarkan BNI Syariah

Dhias Widhiyati Turut Andil Besarkan BNI Syariah
* Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati. (Foto: Fikar/Women’s Obsession)

Jakarta, Obsessionnews.com – Bermula sebagai Unit Bisnis Strategis dari Bank Negara Indonesia (BNI), BNI Syariah mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Statusnya meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS) dengan komposisi kepemilikan saham 99,94% dipegang Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki BNI Life. Salah seorang perempuan yang turut andil dalam membesarkan perusahaan tersebut adalah Dhias Widhiyati.

Dhias Widhiyati selalu dituntut untuk terus berinovasi, sekaligus menjadikan BNI Syariah terdepan di antara kompetitor.

Berkarier di dunia perbankan sejak dekade 1990-an, Dhias kini menduduki posisi yang strategis. Mulai menjabat di BNI Syariah sebagai senior eksekutif vice president pada 2016, dia kemudian diangkat sebagai direktur bisnis SME dan komersial BNI Syariah sejak 2017. Hal itu tak membuatnya lekas berpuas diri. Dia selalu dituntut untuk terus berinovasi, sekaligus menjadikan perusahaannya terdepan di antara kompetitor.

Quality Growth

BNI Syariah mencanangkan 2019 sebagai tahun Quality Growth. Perusahaan diharapkan dapat tumbuh secara berkualitas, baik dari sisi kapabilitas sumber daya insani, organisasi maupun bisnis, termasuk untuk pembiayaan. Pilihan ini dinilai relevan untuk menghadapi sejumlah tren yang berkembang pada tahun ini, baik di level global maupun nasional.

Dhias Widhiyati menanamkan integritas kepada timnya.

Untuk itu ada tiga nilai yang selalu ditanamkannya kepada tim sejak memegang jabatannya saat ini. Pertama, adalah integritas yang tidak bisa ditawar-tawar. “Sampaikan jika memang harus, meskipun itu pahit. Meluruskan sesuatu yang keliru itu lebih berat, daripada kita membenarkan yang salah,” ujarnya mengenang ajaran almarhum sang ayah. Dari beliau pula dia belajar, agar dirinya selalu bekerja dengan jujur dan ikhlas.

Kemudian kapabilitas, yaitu kemampuan untuk mau terus belajar mengasah diri. Jangan merasa sudah pintar dan tahu segalanya, sehingga berhenti mengembangkan kecakapan yang dimiliki. Lalu terakhir, berorientasi pada solusi. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. “Jika memang harus menghadapi satu risiko, kita lihat apakah bisa kita mitigasi atau tidak. Berusaha maksimallah terlebih dulu,” tutur perempuan yang mengutamakan kerja keras dan kerja cerdas dalam bekerja ini dengan nada suara yang tegas. (Women’s Obsession) 

Artikel selengkapnya dapat dibaca di majalah cetak maupun digital Women’s Obsession edisi April 2019.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.