Sabtu, 28 November 20

Dhaniswara K. Harjono: Teknologi Digital Bisa Menjadi Solusi Menyiasati Ancaman Covid-19

Dhaniswara K. Harjono: Teknologi Digital Bisa Menjadi Solusi Menyiasati Ancaman Covid-19
* Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., M.B.A. (Foto: Sutanto/Men’s Obsession)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mengakibatkan beberapa kampus di Indonesia menerapkan kebijakan perkuliahan jarak jauh. Begitu pula dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, yang telah melaksanakan perkuliahan dengan metode online learning sejak 16 Maret 2020.

 

Baca juga:

Nihil Kasus Corona, Menpora Apresiasi Kinerja Pemkab Kebumen

Atasi Covid-19, Menkes Akan Kirim 88 Dokter dan 58 Perawat ke RSUD Soetomo

Ancaman Covid-19 Belum Berakhir, Jokowi Ingatkan Masyarakat Hindari Kerumunan

 

Rektor UKI Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., M.B.A. mengatakan,  kebijakan diam di rumah dan kesiapan masyarakat beradaptasi menggunakan teknologi digital bisa menjadi solusi menyiasati ancaman Covid-19.

Pendidikan tidak terhenti begitu saja saat pandemi Covid-19 merebak, saat ini seluruh perguruan tinggi menerapkan kuliah online. Hal ini tidak masalah bagi UKI yang sudah memiliki sistem akademik berbasis daring.

“Akhir tahun 2019 kami sudah canangkan tahun 2020 ini sebagai tahun digitalisasi dan Internasionalisasi UKI. Jadi, kami sudah persiapkan semuanya. Pada saat terjadi pandemi Covid-19, tanggal 16 Maret kami mulai Study from Home dan Work from Home juga dan akhirnya segala kemampuan di bidang digital kami manfaatkan,” ujar Dhaniswara.

Digitalisasi kampus ditunjukkan salah satunya dengan proses pembelajaran digital serta berbagai program untuk mempermudah proses kelangsungan perkuliahan dan administrasi akademik maupun non akademik, ditambah lagi penggunaan smart card dan e-certificate kegiatan mahasiswa, misalnya.

Sedangkan Kantor Urusan Internasional (KUI) UKI membantu mengurus internasionalisasi dan sudah bekerja sama dengan beberapa negara, khususnya negara-negara ASEAN, dalam program pertukaran pelajar atau dosen, misalnya.

“Nah, seluruh fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh adik-adik mahasiswa dan juga rekan-rekan pengajar. Tapi, kalaupun misalnya masih ada beberapa rekan dosen senior yang memerlukan bantuan, kami menyiapkan help desk yang selalu siap setiap saat, yaitu anak- anak muda, anak-anak milenial yang siap juga membantu mereka supaya pembelajaran secara online ini bisa berlangsung dengan baik dan lancar,” kata Dhaniswara.

Ada delapan fakultas di UKI, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Vokasi. Meski demikian, tidak semua fakultas menjalankan kegiatan perkuliahan menggunakan sistem online sepenuhnya sekarang ini.

“Sebenarnya kita diperkenankan untuk melaksanakan blended learning artinya maksimal 49% secara online dan 51% tatap muka. Dalam masa pandemi ini, bila PSBB telah dicabut, pembelajaran online tetap dapat berjalan kecuali beberapa program studi yang harus melakukan praktik misalnya Fakultas Kedokteran atau Vokasi. Untuk itu, protokol kesehatan yang ketat, seperti jaga jarak, penggunaan alat pelindung diri yang baik bila diperlukan, terutama di kelas atau di laboratorium akan diterapkan. Jadi, buat saya tidak ada masalah, kita sukseskan program pemerintah agar Covid-19 ini segera lenyap dari bumi pertiwi,” tukasnya.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.