Rabu, 3 Juni 20

Dedikasi BCA Sukseskan Program Listrik 35.000 MW

Dedikasi BCA Sukseskan Program Listrik 35.000 MW
* Direktur BCA Suwignyo Budiman (tengah) disaksikan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir (kiri), Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto (kanan) bersama manajemen perbankan lainnya menandatangani Perjanjian Kredit Investasi dengan Jaminan Pemerintah untuk Proyek Gardu Induk dan Transmisi Program 35.000 MW Regional Jawa Bagian Tengah di Jakarta, Rabu (14/11).

Pemerintah telah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 Megawatt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun (2014-2019). Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 6-7 persen setahun, penambahan kapasitas listrik di dalam negeri membutuhkan sedikitnya 7.000 MW per tahun, artinya dalam lima tahun ke depan, penambahan kapasitas sebesar 35.000 MW menjadi suatu keharusan.

Presiden Joko Widodo pernah menegaskan, “Target 35.000 MW bukan target main-main, itu realistis. Jadi, harus dicapai dengan kerja keras. Listrik yang cukup, adalah kunci bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.”

Komitmen Pemerintah dalam merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 megawatt MW memicu semangat PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk berkontribusi mempercepat pembangunan infrastruktur tersebut. Kontribusi itu diimplementasikan BCA dengan menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp1,1 triliun kepada PT PLN (Persero) untuk mendanai pembangunan gardu induk dan transmisi di regional Jawa bagian tengah yang merupakan bagian dari program kelistrikan 35.000 MW.

Hadir dalam acara penandatanganan perjanjian kredit investasi, Direktur BCA Suwignyo Budiman, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto, dan manajemen perbankan lainnya di Jakarta, belum lama ini. Kredit sindikasi itu terdiri atas pembiayaan yang diberikan oleh BCA dan tiga institusi perbankan lainnya. Dari plafon maksimal sebesar Rp4.506.787.490.000, BCA menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp1,1 triliun.

Suwignyo menuturkan, listrik yang cukup adalah modal penting dalam tercapainya keberlangsungan usaha, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. “Pengembangan infrastruktur dengan penyediaan pasokan listrik turut mendorong geliat industri di suatu daerah. Oleh karena itu, merupakan peran Pemerintah beserta swasta untuk mendukung kelancaran pasokan listrik dalam jangka panjang tersebut,” kata Suwignyo.

Pembangunan gardu induk dan transmisi di regional Jawa bagian tengah mencakup pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV di daerah Jawa Tengah hingga Jawa Barat, termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kedung Badak-Bogor Baru di Jawa Barat. Adapun pinjaman dari perbankan nasional ini memperoleh Jaminan Pemerintah sesuai kriteria dalam Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130 Tahun 2016.

“Tak bisa dipungkiri bahwa tenaga listrik adalah kebutuhan fundamental dalam kehidupan manusia yang ketersediaannya harus senantiasa terjamin. Inisiatif BCA menjadi partisipan kredit sindikasi ini merupakan dukungan terhadap Pemerintah dan PLN untuk mengakselerasi pembangunan di sektor ketenagalistrikkan. Kami pun berterima kasih kepada PLN karena telah diberi kesempatan untuk turut andil mewujudkan tujuan mulia ini,” ucap Suwignyo.

BCA optimis pembiayaan tersebut dapat memberikan nilai tambah langsung kepada masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan infrastruktur gagasan Pemerintah. “Terlebih, pembangunan gardu induk dan transmisi ini akan menyokong komitmen PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik dengan harga yang terjangkau bagi rumah tangga maupun industri,” tutup Suwignyo.

Adapun per akhir September 2018, fasilitas kredit infrastruktur BCA tercatat sebesar Rp28,8 triliun, meningkat 18% YoY, di mana porsi terhadap kelistrikan mencapai Rp 13,7 triliun. (ADV)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.