Sabtu, 4 Februari 23

Dapatkan Madu Asli Baduy di UMKM Ini

Dapatkan Madu Asli Baduy di UMKM Ini
* Madu hutan asli khas Baduy. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.comMendengar kata Baduy, pastinya Anda membayangkan sebuah tempat yang damai, dikelilingi oleh suasana hijau, suara angin yang gemerisik menerpa dedauanan bambu, kicau burung, dan deburan aliran sungai. Suasana alam yang kemurnian tidak usah diragukan lagi.

Desa Baduy, terletak di perbukitan Gunung Kendeng, sekitar 75 kilometer arah selatan Rangkasbitung, Banten ini merupakan tempat yang tepat untuk Anda yang ingin merasakan ketenangan yang jarang ditemukan di kota besar.

Ada banyak kearifan lokal yang akan di peroleh di Desa Baduy tersebut. Sebuah pelajaran yang sangat berarti mengingatkan kita pada jati diri leluhur salah satu suku tua di Nusantara yang masih hidup dengan cara tradisional.

Salah satu kearifan lokal masyarakat Baduy adalah mencari madu hutan untuk dijadikan penghasilan. Madu hutan khas Baduy telah lama dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Di antaranya, asam urat, rematik, kurang darah hingga batu ginjal. Juga meningkatkan stamina tubuh.

Baca juga: Di Masa Pandemi Covid-19, Barter Jadi Gaya Hidup Sebagian Kelompok Masyarakat

Namun saat ini produksi madu hutan tidak menentu. Sebab produksi madu hanya bergantung pada lebah yang berkembang biak di pohon-pohon besar di Gunung Kendeng, kawasan tanah hak ulayat Baduy saja.

Akan tetapi, saat ini Anda harus berhati-hati untuk membeli madu asli produksi masyarakat Baduy. Pasalnya, tak sedikit oknum yang telah memalsukan madu tersebut.

Madu palsu atau tiruan adalah larutan yang menyerupai madu. Dibuat tanpa pertolongan lebah atau menggunakan gula sebagai nektar. Umumnya mempunyai warna sama dengan madu asli. Karena itu bagi orang awam sulit untuk membedakan antara madu asli dan madu tiruan.

Bagi orang awam kebanyakan rasa manis yang dikeluarkan oleh madu asli dan campuran sulit dibedakan. Dengan melihat dan merasakannya, ahli madu akan dapat membedakan antara madu asli dan yang palsu. Salah satu pengujian yang paling praktis adalah dengan menggunakan pH meter. Madu palsu biasanya memiliki pH 2,4-3,3. Sedangkan madu asli mempunyai pH 3,4-4,5.

Baca juga: Jalan Kaki, Suku Baduy Dalam Ikut Upacara di Istana

Sementara itu, madu di Indonesia sendiri terbagi menjadi dua, yakni madu hasil lebah ternak dan madu hutan. Yang dimaksud madu ternak adalah madu tersebut diambil dari nektar bunga pohon-pohon tertentu seperti rambutan, kelengkeng, durian dan sebagainya.

Ketika pohon-pohon tersebut sedang berbunga, maka digiringlah lebah-lebah yang sudah berada dalam kotak-kotak menuju perkebunan pohon tersebut. Ciri khas dari madu ternak adalah aroma madunya sesuai dengan nektar bunga dari pohon yang dihinggapi.

Sedangkan madu hutan, lebih variatif nektar bunganya karena dihisap dari berbagai pohon. Madu hutan ini dikenal lebih baik karena lebih banyak mengandung nutrisi yang terdiri dari mineral dan vitamin. Jenis tawon madu hutan pun lebih baik daripada tawon madu ternak. Madu terbaik jenis ini tidak akan beku walaupun diletakkan di freezer selama berbulan-bulan karena kadar airnya di bawah 20%.

Sebenarnya, ada beberapa cara untuk mengetahui keaslian madu secara ilmiah. Misalnya dengan analisis karbon, analisis mikroskopis, analysis hydroxymethylfurfural, analisis polaritas cahaya dan terakhir tes keasaman.

Dari lima cara tersebut, empat yang pertama harus menggunakan alat bantu yang cukup mahal harganya dan keahlian tertentu. Jadi, tidak semua orang bisa melakukannya. Sedangkan tes keasaman, merupakan tes yang terbilang relatif mudah dan tidak mahal. Tapi, masih tetap memerlukan pengetahuan tentang madu yang mendalam. Jika tidak, tetap akan sulit membedakan mana madu asli, madu campuran, dan madu buatan (artificial honey).

Baca juga: UKM Sarung Asal Baduy Butuh Bantuan Pemasaran

Di masyarakat berkembang kebiasaan uji keaslian madu yang ditunjukkan menyala ketika dibakar dengan korek api, telur bisa matang, tidak rembes ketika diteteskan pada kertas koran, dan sebagainya. Pengujian tersebut sebenarnya tidak seratus persen benar, masih butuh pembuktian melalui laboratorium.

Sebenarnya masih ada cara lain yang bisa menjadi tolok ukur dan dilakukan oleh semua orang, yakni dengan meneteskan madu di air di atas piring beling putih. Ketika piring digoyang ke kiri dan ke kanan, maka sebelum madu itu bercampur akan membentuk segi enam atau sarang lebah. Semakin lama bentuk segi enam itu bertahan, berarti semakin baik nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut alias madu asli. Semakin cepat bentuk segi enam itu memudar, maka jelaslah itu madu campuran, karena nutrisinya sudah jauh berkurang.

Cara lain yang mungkin mudah dilakukan adalah sama seperti di atas, namun piringnya tidak digoyang-goyang. Cukup didiamkan saja. Madu asli yang memiliki kadar air rendah tidak akan membuat air di piring menjadi keruh. Sedangkan madu yang telah dicampur atau madu buatan perlahan-lahan akan membuat air menjadi keruh.

Kembali lagi ke madu asli Baduy. Madu hutan khas Baduy telah lama dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Di antaranya, asam urat, rematik, kurang darah hingga batu ginjal. Juga meningkatkan stamina tubuh. Untuk itu, Anda jangan salah pilih dalam membeli madu hutan khas Baduy. Jika Anda mau membeli madu asli Baduy, Anda dapat pelajari informasi di atas agar nantinya Anda tak salah beli madu hutan khas Baduy.

Namun saat ini produksi madu hutan khas Baduy tidak menentu. Sebab, produksi madu hanya bergantung pada lebah yang berkembang biak di pohon-pohon besar di Gunung Kendeng, kawasan tanah hak ulayat Baduy.

Untuk itu bagi Anda yang ingin membeli Madu Baduy asli bisa dibeli di koperasi Produsen Alumni Indonesia. Di situ terdapat UMKM yang menyediakan madu hutan asli khas Baduy. UMKM tersebut menjamin ketersediaan madu Baduy selalu ada, namun tergantung produksi madu dari masyarakat Baduy itu sendiri. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.