Rabu, 22 Mei 19

Cerita Para Pegiat Medsos dalam Melawan Derasnya Kabar Hoax

Cerita Para Pegiat Medsos dalam Melawan Derasnya Kabar Hoax
* Diskusi FPMSI Melawan Hoax. (Foto: Pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com -Keberadaan sekumpulan warga netizen bersama masyarakat melawan hoax penting untuk menciptakan internet sehat. Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Rusdil Fikri mengungkapkan, ada sejumlah tindakan yang akan dilakukan pihaknya dalam menangkal masifnya berita hoax pada Pemilu 2019.

 

Baca juga:

KPU Bolehkan Peserta Pemilu Kampanye di Medsos

LD PBNU Launching Program 34 Ribu Dai Medsos

Berlebihan Gunakan Medsos Mirip Pecandu Narkoba

 

Upaya itu yakni dengan mengadakan talkshow melawan hoax di berbagai daerah seperti Solo, Jakarta dan Yogyakarta serta mengadakan kompetisi bagi para warganetizen seperti bloger, vloger, dan content creator dalam lomba narasi positif melawan hoax

“Kini akan mengadakan gerakan massif berupa kampanye kebangsaan berupa doa dan tandatangan deklarasi lawan hoax dan tolak golput di spanduk raksasa pada gelaran car free day di Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat pada akhir pekan bulan Maret ini,” ujar Rusdil Fikri di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Berawal dari sekumpulan kaum muda milineal dari berbagai daerah yang concern melawan hoax di media sosial , perjuangan sekelompok anak muda tersebut untuk memerangi fitnah dan hoax atau berita bohong di media sosial makin diterima masyarakat luas seiring dengan semakin dekatnya pesta demokrasi Pemilu 2019 ini.

Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) awalnya hanyalah sebuah kelompok diskusi bagi sekumpulan anak muda tersebut, Forum ini berdiri karena kecemasan beberapa orang terhadap banjirnya pemberitaan penuh fitnah dan kebohongan di media sosial sejak tahun 2014 lalu, ketika berlangsung pemilihan presiden.

Sekarang, FPMSI memiliki relawan di berbagai kota di Indonesia, menjadi sahabat hampir semua media arus utama di Indonesia, dan punya tugas rutin melakukan literasi guna mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melawan hoax dan menebar konten konten positif guna mempublikasikan keunggulan bangsa Indonesia sebagai komitmen warganet khususnya anak muda milineal terhadap komitmennya mencintai dan menjaga persatuan bangsanya.

“kami siap membantu. Melawan hoax, membuat edukasi , bagaimana beradaptasi dengan teknologi informasi dan melakukan berbagai aksi kongkrit untuk berbagi agar bisa saling belajar, dan bergotong royong sesama masyarakat dalam mengatasi maraknya hoax di media sosial,” ujar Rusdil yang juga masih menjadi mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta.

Rusdil, demikian sapaan akrabnya, menjelaskan ketika dia dan teman-temannya membentuk forum tersebut, alasannya sangat sederhana yaitu saling berbagi kebenaran kepada orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman yang bisa mengakses aplikasi media sosial.

Dibentuknya FPMSI agar kelompok ini memiliki wadah guna dapat bekerjasama dengan banyak pihak yang juga ingin membantu memberantas hoax.

“Kalau sekadar forum-forum saja, mau kerjasama dengan berbagai pihak baik dengan pemerintah dan organisasi lain kan nanti ditanya, kalian siapa? Dasarnya apa, kok bisa diajak kerja sama? Maka Jadilah FPMSI ini,” kata Rusdil. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.