fbpx

Kamis, 21 Februari 19

Cerita Jokowi Memutuskan MRT yang Tertunda 26 Tahun

Cerita Jokowi Memutuskan MRT yang Tertunda 26 Tahun
* Presiden Jokowi. (Foto: IG Jokowi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Di depan para alumni Pangudi Luhur, Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan seorang pemimpin harus tegas tak boleh ragu dalam memutuskan sesuatu. Apalagi jika menyangkut kebijakan yang melibatkan kepentingan orang banyak.

Misalnya, Jokowi menceritakan saat-saat dia menjabat Gubernur DKI, Jokowi tak ragu mengambil keputusan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Ia mengambil keputusan MRT dibangun setelah mengetahui pelaksanaan proyek transportasi massal berbasis rel itu tertunda 26 tahun.

 

Baca juga:

Di Era Jokowi-JK Pariwisata Melesat di Kancah Internasional

Jawaban Kocak JK Soal Propaganda Rusia yang Dilontarkan Jokowi

Propaganda Rusia, Jokowi: Kita Tidak Bicara Mengenai Negara

 

“Saya putuskan ini (proyek MRT) jalan besok,” ujar Jokowi di hadapan para alumni Pangudi Luhur, dalam deklarasi dukungan kepadanya di Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, (6/2/2019).

Menurut Jokowi, selama 26 tahun pemerintah lebih banyak mempertimbangkan aspek bisnis, serta balik modal investasi jika proyek dilaksanakan. Hal itu membuat keputusan pelaksanaan proyek tidak kunjung dilakukan. Sebab, hitungan investasinya selalu menunjukkan kerugian.

“Selalu hitungnya untung dan rugi. Ya akan rugi terus. Tidak akan dijalankan sampai kapan pun kalau hitungannya untung dan rugi. Namanya proyek transportasi massal,” ujar Jokowi.

Jokowi memaparkan, Pemerintah Provinsi DKI harus menyediakan subsidi kurang lebih sebesar Rp3 triliun per tahun untuk menutupi kerugian. Subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan sulit dilakukan karena pemberian subsidi terhadap hal itu tergolong baru.

“Kalau begitu oke, saya tidak akan otak-atik APBD,” ujar Jokowi.

Akhirnya Jokowi menegaskan, ia mewacanakan dilaksanakannya pula kebijakan jalan berbayar elektronik (Electronic Road Pricing/ERP) di Jakarta. Kebijakan itu diperhitungkan akan menambah pemasukan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta sebesar Rp4 triliun.

Dari keputusan-keputusan itu, MRT pada akhirnya mulai dibangun dan akan beroperasi pada Maret 2019. “Apa yang ada di pikiran saya saat itu bahwa ini adalah keputusan politik. Bukan keputusan tentang untung dan rugi, bukan keputusan ekonomi. Ini keputusan politik dengan segala risiko yang akan saya hadapi,” ujar Jokowi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.