Rabu, 7 Desember 22

Cegah Penyebaran Covid-19, Keluarga Diimbau Tak Jemput Jemaah di Bandara dan Asrama Haji

Cegah Penyebaran Covid-19, Keluarga Diimbau Tak Jemput Jemaah di Bandara dan Asrama Haji
* Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Waryono Abdul Ghafur. (Foto: Humas Kemenag)

Obsessionnews.com – Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Waryono Abdul Ghafur mengimbau keluarga tidak menjemput kepulangan jemaah haji Indonesia di bandara dan asrama haji. Penjemputan bisa dilakukan di kota dan kabupaten masing-masing.

 

Baca juga:

Jelang Berakhir Fase Puncak Haji, Total 41 Jemaah Indonesia Wafat

36 Jemaah Haji Indonesia Wafat

Sambut Jemaah, Menag Yaqut Minta Petugas Haji Makkah Siaga di Pemondokan

 

 

Imbauan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang kembali naik. Salah satunya dengan menghindari terjadinya kerumunan.

“Jadi keluarga tidak perlu jemput ke bandara dan juga di debarkasi, tapi penjemputannya di masing-masing kabupaten dan kota masing-masing,” kata Waryono, dikutip dari keterangan tertulis Humas Kemenag,  Selasa (12/7/2022).

Pembatasan penjemputan juga dilakukan karena sebelum pulang ke daerahnya masing-masing, jemaah akan dicek suhu tubuhnya, setibanya di Tanah air. Jemaah dengan suhu tinggi (demam), akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan dengan antigen atau PCR.

Sehari sebelumnya Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Yudhi Pramono mengatakan, Kemenkes sudah menyiapkan posko kesehatan di setiap bandara kepulangan jemaah haji Indonesia. Selain itu, mereka juga  menyiapkan ambulans dan rumah sakit bila ditemukan jemaah haji dalam keadaan darurat kesehatan.

“Di asrama haji kami siapkan tim untuk memeriksa jemaah haji yang baru datang. Jadi mereka akan melakukan screening secara menyeluruh,” tuturnya.

Dia menerangkan, apabila ditemukan gejala-gejala Covid-19 maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, yakni antigen atau PCR. Apabila ditemukan reaksi ringan maka akan dilakukan isolasi oleh satgas Covid-19 daerah. Apabila ditemukan reaksi berat maka akan dilarikan ke rumah sakit yang telah ditetapkan. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.