Rabu, 26 Februari 20

Cari Keterangan Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Panggil 11 Saksi

Cari Keterangan Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Panggil 11 Saksi
* Gedung Bundar atau gedung JAM Pidsus Kejagung. (Foto: Kapoy/obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap 11 saksi terkait kasus dugaan korupsi Jiwasraya.

“11 orang dijadwalkan pemeriksaan saksi perkara PT. Jiwasraya,” ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Wow!! Kejagung Sita Ribuan Sertifikat Tanah Kasus Jiwasraya

Hal itu dilakukan untuk mencari keterangan dari ke-11 saksi dalam kasus megaskandal korupsi Jiwasraya ini. Adapun 11 nama yang diundang Kejagung untuk pemeriksaan tersebut adalah:

  1. Suryanto Wijaya (Komut PT. Corfina Capital)
  2. Tan Kian (Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Property)
  3. Rita Manurung (karyawan PT. Hanson Internasional Tbk.)
  4. Maya Hartono (karyawan PT. Hanson Internasional Tbk.)
  5. Maria Yosepha Bera (karyawan PT. Hanson Internasional Tbk.)
  6. R.A. Hijrah Kurnia/Nunu (karyawan PT. Hanson Internasional Tbk.)
  7. Esti Tanzil (karyawan PT. Hanson Internasional Tbk.)
  8. Muhammad Karim
  9. Halim Haryono, SE. (OJK)
  10. Ferry Budiman Tanja Tan
  11. Arif Budiman
11 nama yang dipanggil Kejagung untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi Jiwasraya. (Foto: Dok Kejagung)

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari adanya laporan yang berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno Nomor : SR – 789/MBU/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) telah ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT – 33/F.2/Fd.2/12/2019 tanggal 17 Desember 2019.

Penyidikan perkara ini terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

Baca juga: Kejagung Garap Lagi Lima Saksi Jiwasraya

Adanya dugaan penyalahgunaan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu (13 perusahaan) yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Yang diduga akibat adanya transaksi-transaksi tersebut, PT. Asuransi Jiwasraya sampai dengan bulan Agustus 2019 menanggung  potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun.

Potensi kerugian tersebut timbul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yakni terkait dengan pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS Saving Plan.

Asuransi JS Saving Plan telah mengalami gagal bayar terhadap Klaim yang telah jatuh tempo sudah terprediksi oleh BPK-RI sebagaimana tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi, investasi, pendapatan dan biaya operasional. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.