Sabtu, 16 Oktober 21

Butuh Aneka Hijab, Kunjungi Thamcit

Butuh Aneka Hijab, Kunjungi Thamcit

Jakarta, Obsessionnews Pusat Hijab dan Kerudung di Thamrin City, selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1436 H ini semakin ramai dikunjungi dan jadi rujukan masyarakat soal mode.

“Pusat Hijab dan Kerudung Thamrin City semakin dikenal luas oleh masyarakat, semenjak dihadirkan memang pusat hijab dan kerudung menjadi salah satu tujuan favorit untuk berbelanja,” ujar Public Relation and Promotion Manager Thamrin City, Lucy Ratna. (Baca juga: Jelang Rhamadan, Omzet Penjualan di Thamcit Melesat)

Menurut Lucy, bisnis hijab dan kerudung akan semakin berkembang. Tren pemakaian hijab berhasil mendongkrak bisnis para pemainnya. Omzet mereka pun turut bermekaran, bahkan penjualan mendominasi pemasukan dari bisnis pakaian muslim. hijab2

“Tren pemakaian kerudung dan hijab juga terus berkembang. Potensi bisnis ini masih luar biasa besar, karena makin banyak perempuan berhijab dan berkerudung,” kata Lucy. (Baca juga: Jelang Lebaran, Thamrin City Ramai Dikunjungi )

Dikatakan Lucy, sebagai bagian dari fashion, kreasi model kain penutup kepala pun kian beragam. Tak heran, banyaknya perempuan yang ingin cantik dengan berhijab membuat bisnis hijab makin menawan.

“Kami optimis bisnis hijab dan kerudung berpotensi besar untuk berkembang dengan peminat yang semakin besar,” tandas Lucy.

Karena itu, pusat perbelanjaan Thamrin City Jakarta telah membuka pusat hijab dan kerudung di lantai satu Blok H yang menyediakan busana muslim seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap model busana tersebut.

Lucy mengatakan, dari waktu ke waktu busana muslim hijab dan kerudung semakin diminati para pengunjung, tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari luar pulau Jawa bahkan dari luar negeri.

Peningkatan usaha hijab dan kerudung dirasakan Nuruddin Mhd. Ali pemilik toko Shakira Hijab yang yang terletak di lantai satu Blok H Thamrin City.

“Penjualan hijab lebih tinggi dari penjualan baju muslim dan terus meningkat sepanjang tahun sampai menjelang lebaran,”ujarnya.

Hingga kini dia sudah memiliki 7 toko busana muslim di Thamrin City dengan omset sekiatr Rp 700 juta hingga Rp 800 juta per bulan khususnya disaat ramai seperti menjelang lebaran.

“Menjual hijab harus terus memperbarui modelnya dengan kualitas bahan yang bagus serta harga yang terjangkau,” paparnya.

Di toko Sakira ini, hijab dan kerudung dijual dengan harga bervariasi mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu.

“ Kami melayani permintaan untuk pembelian eceran dan juga grosiran yang datang dari daerah maupun dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura,”katanya.

Kemajuan berbisnis hijab dan kerudung juga dirasakan Lina pemilik Toko Saplin Scarf di lantai 1 Thamrin City, yang sudah memulai usahanya sejak dua tahun lalu, di pusat belanja yang terletak tidak jauh dari Bunderan Hotel Indonesia itu . Kini Lina sudah memiliki dua toko Hijab dengan omset sekitar Rp 50 juta hingga Rp 80 juta per bulan.

“Pusat hijab selalu ramai khususnya dalam dua bulan menjelang lebaran hingga sebulan setelah Lebaran,”ujar Lina.

Diakuinya, lokasi Thamrin City yang strategis dan tempat belanja yang nyaman sangat mendukung keberhasilannya berbisnis hijab dan kerudung. “ Berbelanja disini sangat nyaman dan aman, tidak seperti di tempat lain, pengunjung lebih senang berbelanja disini,” katanya.

Di tokonya, Lina menjual aneka model hijab dan kerudung dengan variasi harga antara Rp 15 ribu hingga Rp 80 ribu. (Popy Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.