Rabu, 8 Februari 23

Bupati Kebumen Dihukum Empat Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politiknya

Bupati Kebumen Dihukum Empat Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politiknya
* Bupati Kebumen nonaktif Muhammad Yahya Fuad. (Foto: Berita Kebumen)

Semarang, Obsessionnews.com – Bupati Kebumen nonaktif Muhammad Yahya Fuad dijatuhi hukuman empat tahun penjara oleh Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi Semarang, Senin (22/10/2018). Hakim juga menghukum Yahya membayar denda Rp300 juta subsider empat bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim, Antonius Widijantono, menyatakan Fuad terbukti bersalah melanggar pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan pidana empat tahun penjara serta denda Rp300 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayarkan diganti pidana penjara selama tiga bulan,” kata hakim dalam amar putusannya, Senin.

Selain hukuman penjara, hakim juga mencabut hak politik Fuad selama tiga tahun. Ia dilarang mencalonkan diri dalam aktivitas politik.

Fuad terbukti bersalah dalam kasus suap atas sejumlah proyek di Kebumen selama kurun waktu 2016. Total uang suap yang diterimanya mencapai Rp12,03 miliar dari iuran para kontraktor yang akan mengerjakan proyek menggunakan dana APBD.

Terdakwa mengumpulkan suap itu dengan mengutus Hojin Ansori selaku tim sukses terdakwa saat memenangi pilkada. Hojin Ansori yang juga diadili secara terpisah diketahui meminta uang fee sebagai ijon sebanyak 7 persen dari sejumlah pengusaha.

Salah satu pengusaha itu adalah Khayub Muhammad Lutfi yang merupakan rival Yahya Fuad di pilkada. Hakim juga menyebut jika uang suap dibagikan terdakwa dalam program bina lingkungan yang antara lain diberikan kepada kepala Polres dan kepala Kejaksaan Negeri setempat waktu itu.

Putusan hakim lebih ringan dari dari tuntutan jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi, yakni lima tahun penjara. Terdakwa tidak melakukan upaya banding, sementara jaksa masih menyatakan pikir-pikir. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.