Kamis, 27 Januari 22

Bupati Bojonegoro Suyoto

Bupati Bojonegoro Suyoto
* Suyoto.

Berbagai terobosan jitu Ia lakukan dalam mengelola Kabupaten Bojonegoro, dan hasilnya sangat mencengangkan. Ia mampu mengakhiri ‘kutukan’ Bojonegoro sebagai daerah tertinggal, miskin, berkalang hutang, intoleran dan langganan banjir. Segala cerita miring tentang Bojonegoro pun berbalik menjadi kisah manis, bahkan kini menjadi daerah percontohan dunia. Dan, sudah 100 lebih penghargaan yang diterima.


Suyoto memiliki banyak kemampuan dalam memimpin, hal tersebut dibuktikan dengan beberapa prestasi pembangunan dan pemerintahan yang membuat namanya dikenal banyak orang bukan hanya di lingkup nasional tapi Internasional juga.

Selama menjadi orang pertama di Bojonegoro berbagai terobosan sudah dilakukan oleh Kang Yoto sapaan akrab Suyoto. Mulai dari mengentaskan kemiskinan, mengatasi masalah banjir yang menjadi langganan Bojonegoro, hingga menjaga aset kekayaan alam berupa minyak dan gas yang diperuntukkan untuk kemakmuran warga Bojonegoro.

Sepak terjang pria kelahiran Bojonegoro 17 Februari 1965 ini, dalam membangun dan menata Kabupaten Bojonegoro sudah tersebar begitu harum ke berbagai penjuru dunia, maka tidak mengherankan jika mantan rektor Universitas Muhammadiyah Gresik didapuk diberbagai ajang atau forum internasional untuk berbagi resep menata kota. Kang Yoto pun sempat diundang ke banyak negara-negara di dunia untuk memberi materi tentang sustainable development, pengelolaan pemerintahan yang baik bahkan memberi ceramah perihal demokrasi di MIT- universitas terkemuka di dunia.

Semenjak dia memimpin, banyak penghargaan yang diperoleh yaitu, pada 6 Oktober 2013 Bojonegoro terpilih menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang memperoleh Sustainable Development Inisiative Award dalam forum KTT APEC. Kabupaten Bojonegoro unggul dari beberapa lembaga nominator lainnya seperti, Conservation international indonesia, the learning farm, Telapak foundation, IBEKA foundation, dan Surya University.

Pada tanggal 8 Februari 2014 Bojonegoro juga mendapatkan Penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN) Cinta Karya Bangsa yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Peridustrian, merupakan bentuk apresiasi yang diberikan kepada instansi pemerintah dan BUMN/BUMD yang secara terus menerus mengimplementasikan P3DN dalam pengadaan barang/jasa. Pemberian penghargaan P3DN Cinta Karya Bangsa Tahun 2013, diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres.

Reputasinya pun diakui dunia Internasional, dengan meraih penghargaan SDSN Award dari lembaga PBB pada saat pertemuan APEC karena Bojonegoro dinilai berhasil membawa Bojonegoro dalam pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, Bojonegoro yang dipimpin Bupati Suyoto terpilih sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam Pilot Project Open Goverment. Open Goverment Pilot Project adalah program dari Gerakan Open Goverment yang bertujuan untuk mempromosikan dan memperkuat pengelolaan birokrasi tingkat kota/kabupaten yang terbuka, partisipatif, inovatif, dan responsif. (Bal)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.