Senin, 29 November 21

Berkasnya Lengkap, Politisi PDI-P ini Segera Disidang

Berkasnya Lengkap, Politisi PDI-P ini Segera Disidang

Jakarta, Obsessionnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkas penyidikan tersangka kasus dugaan penyuapan terkait pengurusan izin usaha pertambangan (IUP) PT Mitra Maju Sukses (MMS) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Adriansyah telah rampung atau P21. Berkas perkara bersama barang bukti turut dilimpahkan penyidik KPK ke tahap penuntutan.

“Pada hari ini dilakukan pelimpahan terhadap tersangka A dan berkas perkaranya ke penuntutan,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Kamis (6/8/2015).

Priharsa mengatakan Jaksa KPK memiliki waktu hingga 14 hari ke depan untuk menyusun materi dakwaan. Dengan demikian, anggota DPR RI Fraksi PDI-P itu akan segera menjalani sidang perdana di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

“Dalam waktu maksimal 14 hari ke depan, akan dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidang,” kata Priharsa.

KPK menetapkan Adriansyah sebagai tersangka karena diduga menerima suap sebesar Rp 1 miliar, 50 ribu dollar AS, dan 50 ribu dollar Singapura dari Manajer Marketing PT Mitra Maju Sukses, Andrew Hidayat. Suap tersebut agar Adriansyah membantu pengurusan ijin pertambangan sejumlah perusahaan yang dikelola Andrew di Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Kasus ini terungkap melalui operasi tangkap tangan KPK pada Kamis 9 April 2015 di Swiss-Bel Hotel Sanur, Bali dan di salah satu hotel di kawasan Senayan, Jakarta. Anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP Andriansyah, anggota Polsek Menteng Briptu Agung Krisdiyanto, serta Manajer Marketing PT Mitra Maju Sukses,‎ Andrew Hidayat diamankan beserta barang bukti berupa uang Rp 500 juta dalam pecahan dollar Singapura dan rupiah.

Andriansyah disangka melanggar pasal 12 huruf b atau pasal 5 ayat 2 juncto pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 64 ayat 1 KUHP, sedangkan Andrew Hidayat diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sementara, anggota Polsek Menteng Agung Kristiadi dilepaskan karena dianggap kurang memenuhi dua alat bukti permulaan tindak pidana korupsi. Berdasarkan penelusuran Agung diduga berperan sebagai kurir atau perantara suap dalam kasus ini. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.