Kamis, 20 Februari 20

Bawaslu Tak Lanjuti Laporan BPN Soal Kisruh Pemilu di Luar Negeri

Bawaslu Tak Lanjuti Laporan BPN Soal Kisruh Pemilu di Luar Negeri
* Ketua Bawaslu Abhan saat membacakan putusan pendahulan pada sidang dugaan pelanggaran pemilu yang digelar di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019). (Foto: dok Bawaslu)

Jakarta, Obsessionnews.comBadan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) menyatakan untuk tidak melanjuti atau menolak laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) terkait dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di luar negeri yang diduga dilakukan oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Menetapkan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu terstruktur, masif, sistematis (TSM) tidak dapat diterima. Demikian diputuskan pada rapat pleno Bawaslu,” kata Ketua Bawaslu Abhan saat membacakan putusan pendahulan pada sidang dugaan pelanggaran pemilu yang digelar di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Hal itu dikarenakan, alat bukti yang dibawa oleh BPN tidak cukup mendukung. Bukti yang dibawa oleh BPN tak menunjukan adanya dugaan pelanggaran pemilu yang terstruktur dan masif yang dilakukan oleh terlapor.

Hal senada juga dikatakan oleh Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, bahwa bukti print out berita online tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus didukung dengan alat bukti lain berupa dokumen, surat, maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan masif yang dilakukan oleh terlapor yang terjadi paling sedikit di 50 persen dari jumlah daerah provinsi di Indonesia.

“Oleh karena hal tersebut, Bawaslu menyatakan bahwa kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan BPN telah selesai,” Ujar Ratna dalam putusan sidang.

Seperti diketahui, Hanafi Rais yang merupakan Sekretaris BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno  mendatangi kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat(17/5). Hanafi melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif yang terjadi di luar negeri. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.