Sabtu, 2 Juli 22

Baasyir Batal Bebas, Yusril: Saya Tak Mau Salahkan Presiden

Baasyir Batal Bebas, Yusril: Saya Tak Mau Salahkan Presiden
* Kuasa Hukum Pribadi Jokowi, Yusril Ihza Mahendera.

Jakarta, Obsessionnews.com – Rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir akhirnya batal dengan berbagai pertimbangan. Yusril Ihza Mahendra selaku penasihat hukum pribadi Presiden Joko Widodo, tetap menghormati keputusan pemerintah, meski upayanya membebaskan Baasyir tak berhasil.

“Jadi kalau sekarang ada perubahan di internal pemerintah, kewenangan pemerintah, saya tidak menyalahkan Pak presiden, karena beliau sudah memerintahkan kepada saya,” kata Yusril saat ditemui di acara perayaan ulang tahun Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Yusril mengaku mendapat mandat dari Presiden untuk bisa membebaskan Baasyir. Namun belakang upaya itu tak berhasil karena ada pertimbangan konstitusi. Salah satunya Baasyir tak mau setia terhadap NKRI dan Pancasila.

“Sudah saya laksanakan (perintah Presiden). Ada perubahan di internal pemerintah ya saya memahami itu dan kembali ke pemerintah,” lanjut Yusril.

Saat ditanya apakah dirinya sudah berkomunikasi kembali dengan kuasa hukum dan keluarga Baasyir, Yusril menjawab belum melakukannya. Ia memosisikan dirinya sebagai utusan Presiden Joko Widodo saat berkomunikasi dengan keluarga dan kuasa hukum Baasyir.

“Saya bukan kuasa hukum Abu Bakar Baasyir. Saya datang secara personal karena diperintah oleh Presiden, menerima tugas dari Presiden. Jadi bukan pengacara Pak Abu Bakar, pengacaranya Pak Muslim, dan lain-lain,” ujar Yusril.

Pemerintah telah memutuskan membatalkan pembebasan Baasyir melalui Menko Polhukam Wiranto. Namun Yusril mengaku belum melakukan komunikasi dengan Wiranto. “Jadi setelah ada pertemuan dengan Pak Wiranto, Pak Moeldoko, saya juga belum bertemu lagi dengan Pak Presiden,” lanjut Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu beredar wacana pembebasan tanpa syarat yang akan diterima oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki di Solo, Jawa Tengah, itu. Wacana tersebut disampaikan Yusril Ihza Mahendra selaku penasihat hukum Presiden Joko Widodo.

Yusril menyebut, Presiden Jokowi memberikan kebebasan ini atas dasar kemanusiaan, mengingat usia Baasyir yang sudah tua dan kondisi kesehatan yang semakin menurun.

Baasyir divonis 15 tahun penjara pada 2011 dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Kebebasan yang akan diberikan kepada Ba’asyir berupa kebebasan murni, bukan bersyarat, bukan pula menjadikannya sebagai tahanan rumah, sesuai permintaan Presiden Joko Widodo.

Namun, wacana tersebut batal karena tidak terpenuhinya syarat yang ditetapkan dalam undang-undang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.