Selasa, 9 Maret 21

Atasi Darurat Lahan Pangan, LaNyalla Desak Pemerintah Lakukan Lima Langkah Ini

Atasi Darurat Lahan Pangan, LaNyalla Desak Pemerintah Lakukan Lima Langkah Ini
* Warga Kauman Baru III, Pakal, Surabaya, saat menyambut kunjungan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama rombongan. (Foto: dok. pribadi)

Surabaya, obsessionnews.com –  Indonesia disebut-disebut berpotensi menghadapi darurat lahan pangan terutama lahan sawah. Menurut Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Asnawati, setiap tahunnya terjadi alih fungsi lahan sawah menjadi bukan lahan sawah hingga ratusan ribu hektar. Sedangkan cetak lahan sawah baru jumlahnya tak sebanyak alih fungsi lahan tersebut.

Hal itu pun memantik perhatian serius Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia mengaku miris atas kondisi tersebut. Ia pun mendesak pemerintah untuk segera mengatasi krisis lahan tersebut.

 

Baca juga:

Indonesia Termasuk Lima Besar Penghasil Kopi Dunia, LaNyalla Berharap Nasib Petani Kopi Dipikirkan

LaNyalla Berharap Pagelaran Busana Bisa Angkat Sentra Batik Tulis Bangkalan

LaNyalla Ingatkan Warga Tuban Pintar Kelola Keuangan

 

LaNyalla menilai ada lima langkah yang bisa dilakukan untuk segera mengatasi krisis lahan pangan tersebut.

“Salah satunya dengan menghentikan alih fungsi lahan, utamanya di kawasan lahan pangan seperti pertanian, perkebunan dan perikanan,” tegas LaNyalla, Senin (22/2/2021).

Langkah berikutnya, lanjut mantan Ketua Umum PSSI ini, yakni melakukan rehabilitasi kawasan lahan pangan yang mengalami kerusakan. Rehabilitasi dimaksudkan agar lahan pangan tersebut dapat kembali berproduksi sesuai dengan fungsinya.

“Langkah berikutnya adalah pemerintah harus sesegera mungkin cetak lahan pangan baru. Indonesia ini begitu luas. Masih banyak wilayah yang bisa dimaksimalkan sebagai lahan baru untuk areal pangan, baik itu sawah, perkebunan maupun perikanan,” tutur LaNyalla.

Selanjutnya mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu meminta pemerintah melakukan identifikasi wilayah di seluruh Indonesia. identifikasi wilayah ini penting untuk memetakan mana wilayah produktif untuk pertanian, mana wilayah pemukinan, industri dan lain sebagainya.

“Hal itu dilakukan agar kita memiliki pemetaan yang jelas mana wilayah yang bisa digunakan untuk pertanian, pemukiman, industri dan lain sebagainya dan mana wilayah produktif sebagai lahan pangan,” tutur dia.

Terakhir alumnus Universitas Brawijaya Malang ini mengatakan, pemerintah perlu menetapkan lahan pangan abadi baik di perkotaan maupun pedesaan.

Menurutnya, beberapa wilayah telah menetapkan kawasan lahan abadi. Senator Dapil Jawa Timur itu menilai lahan abadi perlu ditetapkan di seluruh wilayah di Indonesia agar pembangunan sektor non pertanian tak menggerus kebutuhan pangan masyarakat.

“Lahan pangan abadi ini penting, agar rencana pembangunan tidak membabi buta memberangus sektor-sektor yang menjadi hajat hidup orang banyak. Lahan abadi ini sebagai barrier atau pelindung agar lahan pangan tak tergusur pembangunan,” tegas LaNyalla. (ali/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.