Selasa, 9 Agustus 22

Asmawi Syam Sukses Salurkan 91,1 Persen KUR Nasional

Asmawi Syam Sukses Salurkan 91,1 Persen KUR Nasional
* Direktur Utama BRI Asmawi Syam.

Asmawi Syam dipercaya memimpin salah satu bank terbesar di Tanah Air, dengan aset yang menembus lebih Rp 1.000 triliun atau lebih tepat Rp1.003,6 triliun pada Tahun 2016. Pencapaian ini terbilang luar biasa dibawah kepemimpinannya.

Pria kelahiran Makassar ini, bukanlah orang baru di BRI. Ia lama berkarier dan besar di BRI sejak tahun 1980. Sebelum memimpin BRI, ia pernah menjabat posisi lainnya seperti Kepala Divisi Bisnis Umum, Kepala Divisi Consumer Banking, Pemimpin Wilayah Bandung dan Denpasar (Bali, NTT, NTB, Timor Timur).

Kemampuannya di industri perbankan tidak perlu diragukan lagi. Ia habiskan waktu dengan mengasah ilmu perbankan dimulai dari meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Hasanudin – Makassar pada tahun 1979, Sekolah Pimpinan Bank (Sespibank) dari Institut Bankir Indonesia tahun 2000, dan Magister Manajemen di Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 2003.

Ia juga meneruskan pendidikan demi bidang yang dicintainya dengan mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan. Beberapa diantaranya yakni “From State Owned Enterprise to World Class Competitors Creative Innovative and State Owned Firms” di Filipina; “Card and Payment” dalam European Financial Management Marketing (EFMA) di Paris, Perancis; Restrukturisasi dan Peningkatan Kinerja BUMN di Jakarta; “Enhancing the Power of Enterprise Risk Management in Creating A Sound Bank and Financial Risk Integration” di Stockholm, dan pendidikan perbankan lainnya.

Passionnya terhadap dunia perbankan dan tidak neko-neko dengan apa yang dihadapinya membuat ia terus fokus dalam menjalankan kariernya. Hingga akhirnya ia terpilih menjadi Direktur Utama BRI.

“Melalui kepengurusan baru, perseroan siap untuk terus memberikan value added yang terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan serta lebih siap lagi menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN yang akan dilaksanakan pada akhir 2015,” ungkap Asmawi usai dilantik menjadi Dirut BRI.

Ia merupakan sosok pria yang siap dengan segala hal, bahkan sebelum menjadi seorang pemimpin ia sudah bertekad untuk memajukan BRI sebagai bank terbaik di Tanah air. Dan kini target demi target harus ia capai di tengah persaingan ketat dan menantang.

Di Tahun 2017 Asmawi menargetkan perseroannya masih menjadi bank yang paling dominan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah sendiri sudah menganggarkan penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp 110 triliun. “Untuk 2017, BRI menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 71 triliun,” tegasnya.

Perhatiannya dalam menumbuhkan ekonomi kerakyatan membuatnya bertekad untuk menyalurkan KUR ke sektor produktif guna meningkatkan produksi dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berbasis peningkatan lapangan kerja, di tengah banyaknya barang-barang yang dikonsumsi masyarakat saat ini masih bersumber dari impor. Untuk itu ia fokus melaksanakan penyaluran KUR demi menstabilkan kebutuhan usaha rakyat sehingga terwujud ekonomi kerakyatan yang stabil dan tangguh.

“Kalau tahun 2017, kita targetkan 40 persen, maka tahun depan naikkan 50 persen, tahun berikutnya 60 persen, supaya kita bisa ciptakan lapangan kerja dan bisa memenuhi kebutuhan domestic demand sendiri,” terangnya.

Di bawah kepemimpinannya, sepanjang tahun 2016 BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 69,4 triliun. Nominal tersebut telah disalurkan kepada 3,9 juta debitur di seluruh Indonesia. Angka tersebut menandai BRI telah berkontribusi sebanyak 91,1 persen dari total penyaluran KUR nasional.

Selain itu di Tahun 2016, Bank BRI telah mengantongi laba bersih Rp 25,8 triliun atau tumbuh sebesar 2,18 persen (yoy) di tengah perlambatan ekonomi nasional. Asmawi mengungkapkan pendapatan perseroannya tersebut ditopang pendapatan komisi (fee based income) yang mengalami pertumbuhan hingga 25,2 persen atau menjadi Rp9,2 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih tumbuh 16,2 persen menjadi Rp65,7 triliun.

“Pendapatan bunga itu disumbang pertumbuhan kredit yang mencapai 13,8 persen atau Rp 635,3 triliun,” papar Asmawi.

Memiliki rasa nasionalisme dan komitmen yang kuat membuat ia memiliki jalan kehidupan serta karier cemerlang. Baru-baru ini sebuah kebanggaan terhormat menyasar padanya, Asmawi mendapatkan penghargaan dari Kementerian BUMN sebagai ‘Tokoh BUMN Kategori Sinergi’. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno pada acara pembukaan Executive Leadership Program (ELP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

“Kami ingin menciptakan human capital BUMN yang berkarakter kuat, bersih dan mengedepankan nurani, visioner dan professional, berwawasan kebangsaan, memiliki intuisi bisnis tajam tapi pro kerakyatan, serta berwawasan global,” ungkap Rini.

Penghargaan tersebut membuat Asmawi dinilai berhasil memimpin BRI untuk berperan lebih aktif dalam berbagai kegiatan kementerian BUMN guna membangun sinergi. Ketua Himpunan Bank Negara (HIMBARA) ini juga memiliki proyek sinergi BUMN yang saat ini tengah berjalan, seperti pengoperasian ATM Merah Putih yang merupakan hasil kerjasama empat BUMN perbankan, penggunaan e-toll Jasa Marga-Persero dengan uang elektronik semua BUMN Perbankan, Pembangunan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di Magelang buah kerjasama dengan BUMN sektor Pariwisata, serta peresmian rumah kreatif BUMN yang termasuk inisiasi BRI di 17 Kota di Indonesia.

Asmawi juga telah membawa Bank BRI menjadi salah satu pioneer branchless banking di Indonesia, diantaranya melalui agen Laku Pandai (Layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka inklusif) atau yang akrab dengan Agen BRILink. Per Desember 2016, Agen BRILink berjumlah 84.550 yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia.

Tak hanya itu, Asmawi Syam juga tidak meninggalkan soal perkembangan digital dan teknologi. Pada pertengahan 2016 lalu, Bank BRI meluncurkan satelit yang bernama BRIsat yang menjadikan bank ini sebagai bank pertama bahkan menjadi satu-satunya di dunia yang mengoperasi dan memiliki satelit sendiri.

Asmawi merupakan pria yang mencintai ilmu beladiri karate. Menurutnya, karate mengajarkan keteguhan, tanggung jawab, dan sikap percaya diri yang didasarkan pada nilai-nilai kebaikan universal.

Mengendalikan bank yang memiliki lebih dari 10.600 outlet dan melayani lebih dari 50 juta nasabah tentu bukanlah hal yang mudah. Pria yang lulus S2 selama dua tahun dengan predikat cum laude ini terus bertekad membawa Bank BRI menuju the most valuable bank in South East Asia, sesuai dengan cita-citanya. Ia juga memiliki impian mendirikan International Microfinance Institute (IMI) yang bisa memberikan ilmu terkait microfinance yang berbasis global atau untuk seluruh dunia.

“Cita-cita masa depan, saya ingin menjadikan bankir – bankir BRI tidak hanya hebat di Indonesia, namun juga mampu berkiprah di tingkat global. Saat ini kami sudah mempersiapkan SDM untuk menghadapi era keterbukaan global dengan menyekolahkan mereka ke Amerika dan Eropa,” papar Asmawi. (Mens Obsession/Aprilia Rahapit)

Artikel ini dalam versi cetak dapat dibaca di Majalah Men’s Obsession edisi Februari 2017.

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.